Sampai Nanti, Sampai Mati!

Oktober 10, 2007

struggle 

Tibalah kita pada hari ini, jenak dimana kita sempatkan diri untuk dengan jujur merasa malu dan meminta maaf atas sekian ratus lembar hidup yang kita lewati dengan mengubur dalam-dalam bara semangat yang mestinya menyala berkobar-kobar.

Tibalah kita pada hari ini, jenak dimana kita sempatkan diri untuk dengan jujur merasa malu dan meminta maaf atas percaya diri yang telah lama kita binasakan, atas nyali yang sudah sejak lama menciut dan raib.

Hanya karna tangan ini belum menggenggam dunia sebanyak apa yang orang lain bisa genggam,

hanya karna kita belum bisa menjejakkan kaki pada jarak sejauh tapak-tapak mereka membekas,

hanya karna kita belum bisa bicara selantang dan selugas suara mereka bergema,

hanya karna kita belum bisa menulis seindah apa yang orang lain tulis,

hanya karna syair kita kita masih terlalu polos dibanding gurindam orang-orang disana.

Kita dengan picik telah meluluh-lantakkan pondasi harga diri yang puluhan tahun telah Ayah dan Ibu kita bangun! lalu dengan rendah diri beringsut dari keramaian, dan bersembunyi dibalik batu besar sembari berbisik lirih “tidak sekali-kali aku dapat berdiri sama tinggi dengan orang lain”

Tibalah kita pada hari ini, jenak dimana kita keluar malu-malu dari persembunyian kita sambil berjanji bahwa kita akan tetap melangkah…………………………….bicara………………………menulis………………..dan bersyair

SAMPAI NANTI, SAMPAI MATI!

Entry Filed under: sketsa. .

4 Comments Add your own

  • 1. adek profesor  |  November 6, 2007 at 09:12

    yupz…semangat atuh!^_^
    melangkah..bicara…menulis…dan bersyair
    jalan ini masih panjang bukan…

    Balas
  • 2. Hilma  |  November 2, 2009 at 13:16

    sampai nanti? (bingung mikirin artinya,,hehe,,iseng :) )
    foto dimana Kang? foto asli/tanpa diedit? masih Indonesia kan? berarti jamnya ngaco..hehe..iseng lagi.. :)

    Balas
    • 3. debuterbang  |  November 3, 2009 at 09:03

      itu foto di indonesia ma. waktu masih kuliah dulu kok

      Balas
    • 4. Hilma  |  November 17, 2009 at 06:41

      oh,,indonesia to, waktu masih muda dulu…
      jamnya bener brarti,,trus 19 itu menunjukan apa y?
      oow,,mikirin yg ga penting lagi,,
      OK, SUKSES y Kang!

      Balas

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


salamku untukmu

Lalu untuk semua bakti yang tak sempurna dan terimakasih yang tak terucap untuk ayah bunda, biarlah menjadi janji sejanji-janjinya "bahwa mereka adalah nama yang takkan pernah luput dari doa dalam setiap senja, setiap pagi buta, juga doa malam gulita". Di penghujung usia ini baru kita sadari, bahwa betapa mereka sudah begitu banyak berpesan tentang rahasia-rahasia dunia dan baru kali ini kita sadar-sesadar sadarnya. Ini janji sepenuh masa "Tenang Pak, Bu, akan kuputar kembali pesan-pesanmu untuk anak dan cucuku"

muqaddimah

bahwasannya sekalian ilmu itu mahal adanya, dan mencahari ilmu itu tiadalah semudah dugaan kalian, dan mencahari ilmu dengan ceroboh itu hanya akan membuahkan hasil yang hampa, seumpama butir gandum yang tiada bernas, untuk makanan keledaipun kurang bermanfaat (kutipan kitab zhodam berbahasa melayu)

pesan buya hamka

Takut gagal adalah gagal sejati, takut mati adalah mati sebelum mati, hidup itu ialah gerak, dan gerak itu ialah berjalan terus, jatuh, naik, jatuh dan naik lagi.

kontes blog pertamina

menghitung hari

Oktober 2007
M S S R K J S
« Sep   Nov »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Tag

cinta doa guru ibu keluarga Kerja Keras Adalah Energi Kita kontemplasi motivasi pernikahan persahabatan religi rumah tangga seputar kerjaan tulisan ringan

corat-coret terbaru

kumpulan tulisanku

corat-coret mereka

Fajar Ramadhitya P di Kerja Keras Adalah Energi Kita…
Ary di Kerja Keras Adalah Energi Kita…
lia di IBLIS TENGU
Hilma di Sampai Nanti, Sampai Mati…
Fajar Ramadhitya P di IBLIS TENGU
Tomy Linelejan di jam jam JAAAAM
debuterbang di Dini hari tepat di jam ti…
debuterbang di Aku Ingin Pulang
debuterbang di Sampai Nanti, Sampai Mati…
Hilma di Sampai Nanti, Sampai Mati…
Hilma di Aku Ingin Pulang
iezul di Dini hari tepat di jam ti…
Hilma di Dini hari tepat di jam ti…
lia di Dini hari tepat di jam ti…
nerisu di Dini hari tepat di jam ti…

corat-coret tersering dibaca

daftar disini jika kawan2 tertarik mengikuti perkembangan coretan terbaru di blog ini

link

silaturrahmi