Archive for Oktober 20th, 2007
tentang cinta yang luruh tadi pagi
aku belum pernah terjaga sepagi ini, mengapa embun berjuntai tepat dibalik bayang-bayang pohon dalam kelam diam di ujung sana?
sepi aku hela gigil dari kening berkerut berpikir,
aku belum pernah terjaga sepagi ini, mengapa rindu menetes satu-satu, tak bisa kurasa tak bisa kuseka kutanya kenapa?
daun itu diam tak goyang, tenang bersama bayang dari pohon rindang di seberang jurang, mengapa cemas tak juga terpapas? meski pagi sebentar lagi meski malam sudah hampir hilang dari tadi?
aku belum pernah terjaga sepagi ini, tiba-tiba aku ingin menjelma embun yang menjuntai tepat dibalik bayang-bayang pohon dalam kelam diam di ujung sana
biarlah nanti aku beri sejuk pada bumi, lalu pergi diam-diam sebelum mentari,
“kenapa hari ini cerah sekali?” katamu waktu kau terjaga nanti!
1 comment Oktober 20, 2007
Dalam Do’aku (Poems by Sapardi Djoko Damono)
salam hormatku untuk beliau (sapardi djoko damono), puisinya bagus Pak, aku pinjem ya……..

Dalam Doaku
(Sapardi Joko Damono, 1989, kumpulan sajak
“Hujan Bulan Juni”)
Dalam doaku subuh ini kau menjelma langit yang
semalaman tak memejamkan mata, yang meluas bening
siap menerima cahaya pertama, yang melengkung hening
karena akan menerima suara-suara
Ketika matahari mengambang tenang di atas kepala,
dalam doaku kau menjelma pucuk-pucuk cemara yang
hijau senantiasa, yang tak henti-hentinya
mengajukan pertanyaan muskil kepada angin
yang mendesau entah dari mana
Dalam doaku sore ini kau menjelma seekor burung
gereja yang mengibas-ibaskan bulunya dalam gerimis,
yang hinggap di ranting dan menggugurkan bulu-bulu
bunga jambu, yang tiba-tiba gelisah dan
terbang lalu hinggap di dahan mangga itu
Maghrib ini dalam doaku kau menjelma angin yang
turun sangat perlahan dari nun di sana, bersijingkat
di jalan dan menyentuh-nyentuhkan pipi dan bibirnya
di rambut, dahi, dan bulu-bulu mataku
Dalam doa malamku kau menjelma denyut jantungku,
yang dengan sabar bersitahan terhadap rasa sakit
yang entah batasnya, yang setia mengusut rahasia
demi rahasia, yang tak putus-putusnya bernyanyi
bagi kehidupanku
Aku mencintaimu.
Itu sebabnya aku takkan pernah selesai mendoakan
keselamatanmu
13 comments Oktober 20, 2007
Untuk Tiap-tiap Yang Bertahan Hingga Akhir
assalamualaikum
salam para penghuni syurga untuk seorang sahabat yang sedang berjuang untuk menyelesaikan sepenggal kisah perjuangan hidup di penghujung masa kuliah ini. untuk keluarga, untuk bakti seorang anak, untuk hormat seorang adik, untuk kebijakan seorang kakak, untuk cinta seorang pemimpi, dan untuk tiap2 apa saja yang kau lakoni dengan penuh kesungguhan dan cita, semoga dilancarkan dan dimudahkan.
saat ini, mungkin kita sudah menempuh jalur hidup yang dihamparkan untuk kita masing2, kawan.
apa kabar harimu?? semoga segala aral melintang pukang dapat dilalui dengan tersenyum, karena kita sadar betul, bahwa semua itu suatu nanti jadi kenangan terindah dalam hidup kita, yang bisa kita ceritakan dengan heroik dan meniru gaya para orang tua kita dulu waktu menceritakan kisah2 kepahlawanan mereka.
betapapun,
akhirnya kita sampai juga pada suatu masa dimana kita harus melewati lagi semua fase itu.
semua fase kesendirian, semua fase keletihan, semua fase yang membuat kita merasa jadi seorang terasing di belantara hidup ini.
tapi betapapun juga,
kita- yakin sekali saya- akan jadi orang yang bertahan hingga titik akhir fase cerita itu, nanti kita akan jadi orang bijak yang mengajarkan pada anak2 muda di seberang sana tentang bagaimana caranya menghadapi hidup, tentang bagaimana caranya bertahan, tentang bahwa semua badai pasti berlalu, tentang bahwa semua gelap akan jadi terang, tentang bahwa kita adalah saksi sekaligus pelaku sejarah lakon kekuatan tekad manusia yang meluluh lantakkan karang keras kehidupan.
apa kabarmu di sana, kawan???
semoga semua kesendirian dapat dilewati dengan santai dan tanpa beban, karena kita yakin betul, bahwa kita, suatu ketika akan bercerita dengan ringan, kepada siapapun dia yang menjadi teman hidup kita nanti, bahwa jauh sebelum kehadiran dia, kita sudah merasakan pertanda yang muncul lewat angin yang berdesir, yang muncul lewat rintik hujan, lewat desah mentari sore yang menjadi tua, lewat malam-malam hening kita yang kita lalui sendiri, kita sudah merasakan pertanda bahwa ada seorang yang juga menanti di ujung belahan dunia sana.
maka itu kita terlalu malu untuk sekadar menjadi orang yang terlalu panik, dan mengejar apa yang orang biasa sebut dengan cinta, karena kita ingin kita menjadi layak -meskipun sedikit- untuk pendamping semulia mereka.
apa kabarmu di sana kawan???
semoga semua ketidakpastian akan masa depan dapat dijadikan semangat menggelegar karena yakin bahwa hidup ini akan menjadi lebih luar biasa dengan kejutan kejutan.
dalam tataran apapun, dan dalam status apapun yang akan diberikan kepada kita nantinya, kita hanya punya satu cita2, bahwa semua akan berbahagia untuk telah melahirkan anak seperti kita, untuk memiliki adik seperti kita, untuk memiliki kakak seperti kita, untuk memiliki seorang sahabat seperti kita.
apa kabarmu di sana kawan???
semoga selalu baik,
karena sampai detik waktu terakhir nanti, kita akan terus mengukir epik, menjadikan dunia ini untuk tidak menyesal karena catatan harinya terukir dengan cerita bahwa terdapat pejuang kehidupan yang mengisi lembar sejarahnya,
pejuang yang bernama KITA.
waktu kita terus mengalir detik demi detik,
mungkin pada akhirnya nanti, dunia ini tidak pernah kenal siapa kita, tetapi paling tidak kita telah memenuhi janji pada diri sendiri untuk berbuat yang terbaik yang kita bisa, untuk ayah dan bunda, kakak dan adik kita, untuk teman2 terbaik kita, untuk pasangan jiwa nun di sana, dan pada akhirnya…………untuk dunia
apa kabarmu di sana kawan????
kupersembahkan untuk sahabat-sahabat terbaik yang berjuang hingga akhir, terima kasih, kalianlah inspirasi inspirasi itu
3 comments Oktober 20, 2007
