Untuk Tiap-tiap Yang Bertahan Hingga Akhir

Oktober 20, 2007

last man standing 

assalamualaikum

salam para penghuni syurga untuk seorang sahabat yang sedang berjuang untuk menyelesaikan sepenggal kisah perjuangan hidup di penghujung masa kuliah ini. untuk keluarga, untuk bakti seorang anak, untuk hormat seorang adik, untuk kebijakan seorang kakak, untuk cinta seorang pemimpi, dan untuk tiap2 apa saja yang kau lakoni dengan penuh kesungguhan dan cita, semoga dilancarkan dan dimudahkan.

saat ini, mungkin kita sudah menempuh jalur hidup yang dihamparkan untuk kita masing2, kawan.
apa kabar harimu?? semoga segala aral melintang pukang dapat dilalui dengan tersenyum, karena kita sadar betul, bahwa semua itu suatu nanti jadi kenangan terindah dalam hidup kita, yang bisa kita ceritakan dengan heroik dan meniru gaya para orang tua kita dulu waktu menceritakan kisah2 kepahlawanan mereka.

betapapun,
akhirnya kita sampai juga pada suatu masa dimana kita harus melewati lagi semua fase itu.
semua fase kesendirian, semua fase keletihan, semua fase yang membuat kita merasa jadi seorang terasing di belantara hidup ini.

tapi betapapun juga,
kita- yakin sekali saya- akan jadi orang yang bertahan hingga titik akhir fase cerita itu, nanti kita akan jadi orang bijak yang mengajarkan pada anak2 muda di seberang sana tentang bagaimana caranya menghadapi hidup, tentang bagaimana caranya bertahan, tentang bahwa semua badai pasti berlalu, tentang bahwa semua gelap akan jadi terang, tentang bahwa kita adalah saksi sekaligus pelaku sejarah lakon kekuatan tekad manusia yang meluluh lantakkan karang keras kehidupan.

apa kabarmu di sana, kawan???
semoga semua kesendirian dapat dilewati dengan santai dan tanpa beban, karena kita yakin betul, bahwa kita, suatu ketika akan bercerita dengan ringan, kepada siapapun dia yang menjadi teman hidup kita nanti, bahwa jauh sebelum kehadiran dia, kita sudah merasakan pertanda yang muncul lewat angin yang berdesir,  yang muncul lewat rintik hujan, lewat desah mentari sore yang menjadi tua, lewat malam-malam hening kita yang kita lalui sendiri, kita sudah merasakan pertanda bahwa ada seorang yang juga menanti di ujung belahan dunia sana.
maka itu kita terlalu malu untuk sekadar menjadi orang yang terlalu panik, dan mengejar apa yang orang biasa sebut dengan cinta, karena kita ingin kita menjadi layak -meskipun sedikit- untuk pendamping semulia mereka.

apa kabarmu di sana kawan???
semoga semua ketidakpastian akan masa depan dapat dijadikan semangat menggelegar karena yakin bahwa hidup ini akan menjadi lebih luar biasa dengan kejutan kejutan.

dalam tataran apapun, dan dalam status apapun yang akan diberikan kepada kita nantinya, kita hanya punya satu cita2, bahwa semua akan berbahagia untuk telah melahirkan anak seperti kita, untuk memiliki adik seperti kita, untuk memiliki kakak seperti kita, untuk memiliki seorang sahabat seperti kita.

apa kabarmu di sana kawan???
semoga selalu baik,
karena sampai detik waktu terakhir nanti, kita akan terus mengukir epik, menjadikan dunia ini untuk tidak menyesal  karena catatan harinya terukir dengan cerita bahwa terdapat pejuang kehidupan yang mengisi lembar sejarahnya,
pejuang yang bernama KITA.

waktu kita terus mengalir detik demi detik,
mungkin pada akhirnya nanti, dunia ini tidak pernah kenal siapa kita, tetapi paling tidak kita telah memenuhi janji pada diri sendiri untuk berbuat yang terbaik yang kita bisa, untuk ayah dan bunda, kakak dan adik kita, untuk teman2 terbaik kita, untuk pasangan jiwa nun di sana, dan pada akhirnya…………untuk dunia

apa kabarmu di sana kawan????

kupersembahkan untuk sahabat-sahabat terbaik yang berjuang hingga akhir, terima kasih, kalianlah inspirasi inspirasi itu

Entry Filed under: sketsa. .

3 Comments Add your own

  • 1. yuni  |  Oktober 21, 2007 at 09:11

    hai rio. benarkah dirimu merasakan pertanda lewat angin yang berdesir, lewat rintik hujan,lewat desah mentari sore, lewat malam hening ada yg menantimu entah di bagian bumi mana, yang kamu sebut pendamping? kalo bener, betapa beruntungnya dirimu, karena sampai sekarang aku gak pernah merasakan pertanda itu, walau sekecil apapun.
    entahlah rio, di usia kita yg sekarang, hal2 itu kayaknya menjadi sesuatu yg penting, namun mungkin hal terpenting dalam hidupku sekarang adalah membuat orang tuaku bangga telah memproduksi anak seperti aku….

    =Without Wax=
    YUNI

    Balas
  • 2. rio  |  Oktober 21, 2007 at 14:48

    mungkin kita belum merasakan pertanda karna kita belum maksimal berusaha menjadi orang yang pandai membaca pertanda :-) .

    keep fight teman, keep smile, tertatih-tatih kita berjalan dengan segala beban, cemas, takut, harap, dan segala tetek bengek dunia yang kita lalui sendiri, jika diniatkan untuk membuat orang tua dan siapapun saja bangga akan kita, pastilah akan dipermudah, pasti……………..

    Balas
  • [...] apa kabarmu hari ini, [...]

    Balas

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


salamku untukmu

Lalu untuk semua bakti yang tak sempurna dan terimakasih yang tak terucap untuk ayah bunda, biarlah menjadi janji sejanji-janjinya "bahwa mereka adalah nama yang takkan pernah luput dari doa dalam setiap senja, setiap pagi buta, juga doa malam gulita". Di penghujung usia ini baru kita sadari, bahwa betapa mereka sudah begitu banyak berpesan tentang rahasia-rahasia dunia dan baru kali ini kita sadar-sesadar sadarnya. Ini janji sepenuh masa "Tenang Pak, Bu, akan kuputar kembali pesan-pesanmu untuk anak dan cucuku"

muqaddimah

bahwasannya sekalian ilmu itu mahal adanya, dan mencahari ilmu itu tiadalah semudah dugaan kalian, dan mencahari ilmu dengan ceroboh itu hanya akan membuahkan hasil yang hampa, seumpama butir gandum yang tiada bernas, untuk makanan keledaipun kurang bermanfaat (kutipan kitab zhodam berbahasa melayu)

pesan buya hamka

Takut gagal adalah gagal sejati, takut mati adalah mati sebelum mati, hidup itu ialah gerak, dan gerak itu ialah berjalan terus, jatuh, naik, jatuh dan naik lagi.

menghitung hari

Oktober 2007
M S S R K J S
« Sep   Nov »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

corat-coret terbaru

kumpulan tulisanku

Tag

keluarga pernikahan rumah tangga

corat-coret mereka

debuterbang di Dini hari tepat di jam ti…
debuterbang di Aku Ingin Pulang
debuterbang di Sampai Nanti, Sampai Mati…
Hilma di Sampai Nanti, Sampai Mati…
Hilma di Aku Ingin Pulang
iezul di Dini hari tepat di jam ti…
Hilma di Dini hari tepat di jam ti…
lia di Dini hari tepat di jam ti…
nerisu di Dini hari tepat di jam ti…
Anis di seratus juta hasta
setiawan di Untuk teman-teman terbaik (dar…
tia di dua windu dulu kala
Ananta di Lancang…
Eka Iswahyuni di Surat
Nurohmah di namimah

corat-coret tersering dibaca

daftar disini jika kawan2 tertarik mengikuti perkembangan coretan terbaru di blog ini

link

silaturrahmi