hujan

Desember 10, 2007

 rain
Jakarta hujan lagi. Aku terperangkap dalam sebuah warnet pinggir jalan seusai membaca email seorang kawan nun disana yang bercerita sepenggal kisah dari lubuk hatinya.

Bagaimana aku keluar dari sini ? sedang hujan selebat ini. Aha…..ternyata ada anak kecil menawarkan jasa ojek payung. Kupanggil dia

“dek…sini dek…”

“antarkan kk ke atm sebentar ya”, anak itu mengangguk pelan

“kamu kelas berapa dek?”

“satu smp k”

“lagi ga sekolah dek?”

“tadi masuk pagi kak”

“oooh, kenapa ujan2an, ga takut sakit dek?”

“biasanya sih sakit kak, tapi gimana lagi, butuh uang”

“hmmm…ibunya kerja dimana?”

“ibu kerja di rumah sono k, jadi pembantu rumah tangga”

“oh…kalo bapaknya kerja dimana?”

“bapak udah ga ada”

Lalu aku diam……….. kisah mereka selalu luar biasa, perjuangan yang tak biasa, ketabahan memesona. Aku jadi terharu, lalu kurogoh semua uang di sakuku dan kuberikan untuknya.

“eh dek, kok ga bawa payung dua? Kan kebasahan kalo satu doang payungnya”

“ga punya lagi k, adanya cuma satu”

“lalu kutarik dia mendekat, ga usah jauh2 dek, nanti kena hujan”

Untuk orang-orang seperti mereka, kurapal doa dalam diam sediam-diamnya, lalu berbisik dalam hati, kuceritakan kisahmu nanti untuk tujuh generasi.

Entry Filed under: sketsa. .

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


salamku untukmu

Lalu untuk semua bakti yang tak sempurna dan terimakasih yang tak terucap untuk ayah bunda, biarlah menjadi janji sejanji-janjinya "bahwa mereka adalah nama yang takkan pernah luput dari doa dalam setiap senja, setiap pagi buta, juga doa malam gulita". Di penghujung usia ini baru kita sadari, bahwa betapa mereka sudah begitu banyak berpesan tentang rahasia-rahasia dunia dan baru kali ini kita sadar-sesadar sadarnya. Ini janji sepenuh masa "Tenang Pak, Bu, akan kuputar kembali pesan-pesanmu untuk anak dan cucuku"

muqaddimah

bahwasannya sekalian ilmu itu mahal adanya, dan mencahari ilmu itu tiadalah semudah dugaan kalian, dan mencahari ilmu dengan ceroboh itu hanya akan membuahkan hasil yang hampa, seumpama butir gandum yang tiada bernas, untuk makanan keledaipun kurang bermanfaat (kutipan kitab zhodam berbahasa melayu)

Tag

cinta doa guru ibu keluarga Kerja Keras Adalah Energi Kita kontemplasi motivasi pernikahan persahabatan religi renungan kehidupan rumah tangga seputar kerjaan tulisan ringan

pesan buya hamka

Takut gagal adalah gagal sejati, takut mati adalah mati sebelum mati, hidup itu ialah gerak, dan gerak itu ialah berjalan terus, jatuh, naik, jatuh dan naik lagi.

kontes blog pertamina

menghitung hari

Desember 2007
M S S R K J S
« Nov   Jan »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

corat-coret terbaru

kumpulan tulisanku

corat-coret mereka

debuterbang di dari tetes tinta satu dua…
debuterbang di IBLIS TENGU
wee di dari tetes tinta satu dua…
wee di IBLIS TENGU
aveliasnyah di Surat
a little dreamer di mimpi
Fajar Ramadhitya P di Kerja Keras Adalah Energi Kita…
37degree di Sampai Nanti, Sampai Mati…
37degree di jam jam JAAAAM
Hilma di Kerja Keras Adalah Energi Kita…
Fajar Ramadhitya P di Kerja Keras Adalah Energi Kita…
Ary di Kerja Keras Adalah Energi Kita…
lia di IBLIS TENGU
Hilma di Sampai Nanti, Sampai Mati…
Fajar Ramadhitya P di IBLIS TENGU

corat-coret tersering dibaca

daftar disini jika kawan2 tertarik mengikuti perkembangan coretan terbaru di blog ini

link

silaturrahmi