cermin

Desember 13, 2007

alonealone cerminalonealonesendiri

Apa kabar orang tua kita? Semakin  hari semakin renta semakin bingung juga kita, bagaimana meringankan sedikit saja beban luar biasa dipundak mereka yang semakin ringkih itu?

Apa kabar adik2 cerdas luar biasa? Semakin hari kita semakin cepat berlari meninggalkan mereka di belakang sana, yang sambil memegang erat boneka atau dot susunya, mereka pikir dunia ini gampang2 saja, toh masih ada kakaknya, yang padahal sekarang sudah makin dewasa makin beda dunia.

Apa kabar semangat membara? Menyala-nyala atau makin merenta? Redup teratur jadi arang legam hitam kelam?

Masih bertegur sapakah kita dengan teman2 disana? mereka masih terseok meraba-raba, kira-kira apa bisa untuk keluar dari lubang jarum ujian demi ujian yang mungkin sama seperti kita? sedang kita sibuk luar biasa, bahkan untuk sekedar ber “apa kabarmu hari ini teman?” lalu bercerita bahwa untuk teman-teman terbaik seperti mereka “selalu masih ada cinta”.

Lalu untuk sebuah nama yang kita perjuangkan mati-matian hingga tua, sudahkah terukir dengan jelas di pigura?

‘selamat, untuk telah sukses luar biasa tanpa mengajak siapa-siapa’ 

Entry Filed under: sketsa. .

5 Comments Add your own

  • 1. dhila  |  Desember 14, 2007 at 08:14

    kalo nge-net biasanya tulisan muncul lebih dulu dari gambar2nya
    naaah.. waktu liat judulnya cermin, d pikir gambarnya deket2 sama judulnya…
    gambar cermin, kaca, pantulan bayangan seseorang/sesuatu, atau… semacamnya…

    kenapa ternyata memilih gambar yang ‘ini’?

    Balas
  • 2. fajar  |  Desember 14, 2007 at 13:13

    aduh rasanya kok kaya ditendang dari belakang ya…

    Balas
  • 3. debuterbang  |  Desember 14, 2007 at 21:00

    gambarnya gini karna: mungkin mewakili perasaan bahwa jalan kedepan sedemikian panjangnya dan baru sadar bahwa ternyata kita ga ngajak siapa-siapa (mode ga mau kalah:ON)

    hehe…sebenarnya emang pengen nyari gambar cermin, tapi gambarnya ga ada yang luar biasa, jadi males, ya udah gambar ini aja, lagian rada masuk juga, dikiit.

    to fajar: wah….kalau begitu kita sama2 ketendang ya jar? hehe…. itu tulisan buatku sendiri kok jar, tapi mungkin juga bukan aku sendiri yang terus berlari luar biasa kencang, tapi kok kita ga ajak siapa2 ya?

    Balas
  • 4. sangprofesor  |  Desember 23, 2007 at 05:44

    ehm..kata2nya itu loh! hmm…cermin…rumah kaca kita ada dua: dunia dan akhirat.
    well, apa kabar dunia???semoga tetap SEMANGAT!!!^_^

    Balas
  • 5. engkaudanaku  |  Agustus 13, 2009 at 10:35

    Ya….
    Sering engkaudanaku lupa, akan cermin ini, terlalu egois memang!
    Masya Allah…
    Kini saatnya mengajak siapa-siapa untuk meraih kesuksesan bersama senyuman :)

    Terima kasih cermin indahnya, yang kembali mengetuk hati

    Balas

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


salamku untukmu

Lalu untuk semua bakti yang tak sempurna dan terimakasih yang tak terucap untuk ayah bunda, biarlah menjadi janji sejanji-janjinya "bahwa mereka adalah nama yang takkan pernah luput dari doa dalam setiap senja, setiap pagi buta, juga doa malam gulita". Di penghujung usia ini baru kita sadari, bahwa betapa mereka sudah begitu banyak berpesan tentang rahasia-rahasia dunia dan baru kali ini kita sadar-sesadar sadarnya. Ini janji sepenuh masa "Tenang Pak, Bu, akan kuputar kembali pesan-pesanmu untuk anak dan cucuku"

muqaddimah

bahwasannya sekalian ilmu itu mahal adanya, dan mencahari ilmu itu tiadalah semudah dugaan kalian, dan mencahari ilmu dengan ceroboh itu hanya akan membuahkan hasil yang hampa, seumpama butir gandum yang tiada bernas, untuk makanan keledaipun kurang bermanfaat (kutipan kitab zhodam berbahasa melayu)

Tag

cinta doa guru ibu keluarga Kerja Keras Adalah Energi Kita kontemplasi motivasi pernikahan persahabatan religi renungan kehidupan rumah tangga seputar kerjaan tulisan ringan

pesan buya hamka

Takut gagal adalah gagal sejati, takut mati adalah mati sebelum mati, hidup itu ialah gerak, dan gerak itu ialah berjalan terus, jatuh, naik, jatuh dan naik lagi.

kontes blog pertamina

menghitung hari

Desember 2007
M S S R K J S
« Nov   Jan »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

corat-coret terbaru

kumpulan tulisanku

corat-coret mereka

debuterbang di dari tetes tinta satu dua…
debuterbang di IBLIS TENGU
wee di dari tetes tinta satu dua…
wee di IBLIS TENGU
aveliasnyah di Surat
a little dreamer di mimpi
Fajar Ramadhitya P di Kerja Keras Adalah Energi Kita…
37degree di Sampai Nanti, Sampai Mati…
37degree di jam jam JAAAAM
Hilma di Kerja Keras Adalah Energi Kita…
Fajar Ramadhitya P di Kerja Keras Adalah Energi Kita…
Ary di Kerja Keras Adalah Energi Kita…
lia di IBLIS TENGU
Hilma di Sampai Nanti, Sampai Mati…
Fajar Ramadhitya P di IBLIS TENGU

corat-coret tersering dibaca

daftar disini jika kawan2 tertarik mengikuti perkembangan coretan terbaru di blog ini

link

silaturrahmi