Kita dikelilingi orang-orang besar.

Desember 14, 2007

rose
Seorang teman pernah bercerita padaku.

Sewaktu kuliah, beliau dan teman2nya mengadakan semacam ospek untuk mahasiswa-mahasiswa baru. Seperti biasa dan umumnya ospek, pasti sedikit “nakal”.

Ada seorang mahasiswi yang sebenarnya secara medik kurang begitu sehat dan dianjurkan untuk tidak banyak mengikuti kegiatan-kegiatan fisik. Anehnya, meskipun berpita medik, seorang putri ini tidak pernah absen mengikuti segala kegiatan, sekalipun panitia sudah melarangnya.

Semua panitia (termasuk temanku ini tadi) jadi bingung, kenapa anak ini “kuat” sekali, lalu mereka ingin mengujinya. Sang mahasiswi baru (maba) dipanggil dan disidang oleh para seniornya.

Lalu drama teror mental dimulai. Semua senior bareng2 membentak-bentak dan bertanya, kenapa anak ini sok kuat dengan tetap ikut seluruh kegiatan meskipun sudah dinyatakan tidak usah ikut kegiatan fisik oleh tim medis?

Saat semua senior memasang tampang garang, anak ini lalu menjawab “kak, saya ingin bisa mengikuti semua kegiatan ini meskipun fisik saya tidak kuat. Seandainyapun saya mati disini, saya ingin mati dalam kebaikan, menuntut ilmu itu kebaikan tak terkira kan kak?”

Astaga……..semua senior jadi seba salah tingkah…….. retorika macam apa yang bisa melantakkan keyakinan setegar karang macam begitu?

Drama teror bubar………. Semua diam dalam diam yang luar biasa hening lalu membatin sendiri, entah apa….

Sang putri itu akhirnya diperbolehkan mengikuti semua kegiatan…….sampai suatu ketika semua maba sedang berkumpul dalam ruangan dan diminta untuk menggambar.

“silakan kalian semua menggambar apa saja yang mencerminkan diri kalian!!”

Semua menggambar….. ada yang menggambar matahari, angsa, permata, dan sejenisnya.

Tapi lagi-lagi anak ini menggambar yang tak biasa. Temanku ternyata penasaran luar biasa, lalu mengambil kertas gambar dari maba putri itu.

“apa maksudmu dengan menggambar mawar berduri seperti ini?”

“wanita yang mulia itu seperti mawar kak, dan mawar tidak pernah lengkap tanpa duri, mawar jadi sempurna jika ia punya duri”

Temanku diam, sangat filosofis…….. anak ini luar biasa

“lalu kenapa kau gambar latarnya tebing tinggi? Bukan taman?”

“aku ingin jadi mawar dipinggir jurang yang dalam kak, mawar dalam sebuah taman yang indah tidaklah luar biasa, tapi jika mawar itu tumbuh di pinggir jurang yang dalam dan terjal, maka hanya lelaki luar biasa yang bisa memetiknya”

Temanku terdiam lagi……diam yang lama sekali…..

Entry Filed under: sketsa. .

11 Comments Add your own

  • 1. detri  |  Desember 17, 2007 at 00:47

    Assalamualaikum wr wb, syukron udah mampir ke blog saya :)
    Iya… sekarang thifan akhawat udah mulai lagi. Waktu pas mampir ke sana, sepertinya sedang jadwal altihan ikhwan.
    Bw, tulisannya inspiring banget. Semoga menjadi da’wah.

    Balas
  • 2. sangprofesor  |  Desember 23, 2007 at 05:40

    yup…yupz…yupzz…

    Balas
  • 3. Dewi  |  Desember 26, 2007 at 12:18

    Assalamualaikum………
    Tak sengaja kutemukan blog ini. tadinya aku lagi nyari gambar bunga. eh malah masuk ke blog ini.
    Salut banget. Isinya benar-benar inspiratif.

    Balas
  • 4. azimuth  |  Februari 9, 2008 at 20:35

    deg… tertohok!
    keep writting

    Balas
  • [...] Kemudian, berdua kami berbincang dalam hujan(ciee)…suhu melembab, tapi… berada di mushola ini selalu kurasa hangat, hingga perbincangan kamipun meluas kemana2, mulai dari obrolan soal kuliah, diktat, karakter dosen2 jurusan kimia plus tips menghadapinya, soal2 ujian yang biasa keluar, trik2 praktikum kimia dapet A(hehe,aneh juga kok bisa!), tentang pilihan minat jurusan kimia, pentingnya berorganisasi, pentingnya ngaji, kondisi keluarga hingga… sampailah aku pada kisah mawar berduri di tepi jurang.(silahkan baca disini). [...]

    Balas
  • 6. wulan  |  Februari 23, 2008 at 21:56

    kayanya wlan tau niyh putrinya siapa?
    abis baca blog dia juga..

    Balas
  • 7. dianing Widya Yudhistira  |  Oktober 26, 2008 at 23:03

    nice blog. Saya sangat senang membaca tulisan anda yang mengupas tentang betapa kuatnya perempuan. Biarpun secara fisik ia lemah tetapi ia memilliki semangat. Semangat itulah kecantikan yang memancar dari dalam. Kekuatan yang luar biasa. Good luck

    Balas
  • 8. rose seeker  |  Oktober 31, 2008 at 05:37

    saya cari gambar bunga,,, eh nemu tulisan bagus ini, m,,

    Balas
  • 9. Aldi  |  November 11, 2008 at 02:10

    wah…blog yg sngat bgus…
    prtma sya cma mncri bnga,,tuk tmn yg q ska,,nma’y rosy,,sma dngn mwar…
    n tulisan’y btul tu,,tmn sya jg bgtu sfat’y…
    ^_^ very nice

    Balas
  • 10. tito  |  Desember 2, 2008 at 13:25

    klo blh nanya..maba itu geo05 bukan ya??
    klo iya,ky’nya sy kenal…ehehe…^^

    Balas
  • 11. sulis  |  September 25, 2009 at 14:02

    sangat inspiratif. q tak kan membaca artikel ni klo tdk ada seseorang yg menjwb nasihat q dgn “Km dh bc ketika kita dikelilingi orang-orang besar”. q tau p jwbn dia sekarang.
    Seperti imam bukhari yg mnulis kitab shahih bukhari hingga 23 tahun, fantastis.

    Balas

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


salamku untukmu

Lalu untuk semua bakti yang tak sempurna dan terimakasih yang tak terucap untuk ayah bunda, biarlah menjadi janji sejanji-janjinya "bahwa mereka adalah nama yang takkan pernah luput dari doa dalam setiap senja, setiap pagi buta, juga doa malam gulita". Di penghujung usia ini baru kita sadari, bahwa betapa mereka sudah begitu banyak berpesan tentang rahasia-rahasia dunia dan baru kali ini kita sadar-sesadar sadarnya. Ini janji sepenuh masa "Tenang Pak, Bu, akan kuputar kembali pesan-pesanmu untuk anak dan cucuku"

muqaddimah

bahwasannya sekalian ilmu itu mahal adanya, dan mencahari ilmu itu tiadalah semudah dugaan kalian, dan mencahari ilmu dengan ceroboh itu hanya akan membuahkan hasil yang hampa, seumpama butir gandum yang tiada bernas, untuk makanan keledaipun kurang bermanfaat (kutipan kitab zhodam berbahasa melayu)

pesan buya hamka

Takut gagal adalah gagal sejati, takut mati adalah mati sebelum mati, hidup itu ialah gerak, dan gerak itu ialah berjalan terus, jatuh, naik, jatuh dan naik lagi.

menghitung hari

Desember 2007
M S S R K J S
« Nov   Jan »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Tag

cinta doa guru ibu keluarga kontemplasi motivasi pernikahan persahabatan religi rumah tangga seputar kerjaan tulisan ringan

corat-coret terbaru

kumpulan tulisanku

corat-coret mereka

Fajar Ramadhitya P di IBLIS TENGU
Tomy Linelejan di jam jam JAAAAM
debuterbang di Dini hari tepat di jam ti…
debuterbang di Aku Ingin Pulang
debuterbang di Sampai Nanti, Sampai Mati…
Hilma di Sampai Nanti, Sampai Mati…
Hilma di Aku Ingin Pulang
iezul di Dini hari tepat di jam ti…
Hilma di Dini hari tepat di jam ti…
lia di Dini hari tepat di jam ti…
nerisu di Dini hari tepat di jam ti…
Anis di seratus juta hasta
setiawan di Untuk teman-teman terbaik (dar…
tia di dua windu dulu kala
Ananta di Lancang…

corat-coret tersering dibaca

daftar disini jika kawan2 tertarik mengikuti perkembangan coretan terbaru di blog ini

link

silaturrahmi