dari waktu suatu seketika
Desember 27, 2007

Seketika itu juga kita merasa ciut, iya kan kawan?
Dengan banyak sekali bercak noda di halaman lembar-lembar kemarin dulu itu, kita malu sejadi-jadi waktu bertemu orang seputih-putih mereka itu.
Dengan ilmu yang tak seberapa ini, rasanya tiap orang seperti guru saja buat kita, untuk selalu belajar apa saja, bercermin apa saja. Sungguh, nyata-nyata kita tak banyak tahu apa-apa.
Merangkak-rangkak kita berjalan dengan nafas yang sepenggal-penggal ini, setidaknya biar berarti walau cuma sekali.
Dari waktu suatu seketika, dibalik senja merah tembaga.
“Permisi….kami punya ilmu cuma sebelanga!”
Entry Filed under: sketsa. .
1 Comment Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed

1.
batokelapa | April 12, 2008 at 23:37
Seketika itu juga kita merasa ciut, iya kan kawan?
Dengan banyak sekali bercak noda di halaman lembar-lembar kemarin dulu itu, kita malu sejadi-jadi waktu bertemu orang seputih-putih mereka itu.
>> lalu kita harus bagaimana utk bisa merasa percaya diri diantara orang seputih-putih itu?