Archive for Desember 29th, 2007

Kita semakin sulit tertawa

 laugh

Seringkali, saat sedang nonton tv bersama para kru, atau sedang berbincang-bincang ringan, aku mengamati hal-hal yang membuat mereka tertawa. Misalnya tontonan tv.

Pada mulanya, aku mengira bahwa orang-orang seperti mereka adalah orang-orang yang selera humornya rendah, maksudku mereka itu gampang sekali tertawa oleh tontonan yang ga lucu menurutku.

Semisal ada acara tv yang memperlihatkan orang jatuh karna terpeleset kulit pisang, maka kontan mereka semua akan tertawa. Padahal itu menurutku tidak lucu. Semisal lagi saat ada seorang dari mereka ada yang sedang mancing dan umpannya habis, mereka tertawa, padahal itu kan tidak lucu juga.

Hipotesa awalku adalah bahwa tingkat rasa humor seseorang mungkin akan semakin berubah seiring dengan perkembangan tingkat pendidikannya. Kita mungkin akan tertawa jika melihat guyonan cerdas semisal acara republik mimpi di metro tv atau guyonan kick andy, tapi mereka akan tertawa pada hal-hal yang sangat sederhana.

Tapi, semakin kesini aku semakin berubah pikiran. Kulihat bahwa cara mereka tertawa, dan sebab mereka tertawa, itu juga ada korelasi dengan cara mereka menilai dan menghadapi hidup.

Mereka-mereka itu menikmati hidup ini dengan santai dan luar biasa ceria. Sesederhana mereka tertawa karna hal-hal yang remeh temeh itu. Bangun pagi dan melihat laut beriak, mereka tersenyum dan tertawa, “wah…banyak ikannya pasti pagi ini” kata mereka. Sedang kita bangun pagi lalu menjalani rutinitas biasa dan tidak tertawa pada apapun, kecuali dosen kita mengeluarkan guyonan cerdas tingkat tinggi tentang Einstein atau bos kita mengeluarkan guyonan tentang naik gaji.
Mereka menghadapi siang terik yang panas ga karu-karuan dengan tertawa karna melihat temannya mandi keringat, “mirip kuda nil” kata mereka tanpa niat mengejek. Dan kita menghadapi siang dengan mengeluh akan ozon yang semakin menipis, kita baru tertawa jika ada lelucon cerdas tentang pemanasan global.

Kenapa ya, kita semakin sulit tertawa menghadapi hidup ini. Jangan-jangan kita mulai lupa bagaimana menikmati hidup.

Aku permisi sebentar ya, rasa-rasanya aku ingin tertawa karna koneksi internet yang lama ini, haha…..

Kamu tertawa juga ya??

5 comments Desember 29, 2007


salamku untukmu

Lalu untuk semua bakti yang tak sempurna dan terimakasih yang tak terucap untuk ayah bunda, biarlah menjadi janji sejanji-janjinya "bahwa mereka adalah nama yang takkan pernah luput dari doa dalam setiap senja, setiap pagi buta, juga doa malam gulita". Di penghujung usia ini baru kita sadari, bahwa betapa mereka sudah begitu banyak berpesan tentang rahasia-rahasia dunia dan baru kali ini kita sadar-sesadar sadarnya. Ini janji sepenuh masa "Tenang Pak, Bu, akan kuputar kembali pesan-pesanmu untuk anak dan cucuku"

muqaddimah

bahwasannya sekalian ilmu itu mahal adanya, dan mencahari ilmu itu tiadalah semudah dugaan kalian, dan mencahari ilmu dengan ceroboh itu hanya akan membuahkan hasil yang hampa, seumpama butir gandum yang tiada bernas, untuk makanan keledaipun kurang bermanfaat (kutipan kitab zhodam berbahasa melayu)

Tag

cinta doa guru ibu keluarga Kerja Keras Adalah Energi Kita kontemplasi motivasi pernikahan persahabatan religi renungan kehidupan rumah tangga seputar kerjaan tulisan ringan

pesan buya hamka

Takut gagal adalah gagal sejati, takut mati adalah mati sebelum mati, hidup itu ialah gerak, dan gerak itu ialah berjalan terus, jatuh, naik, jatuh dan naik lagi.

kontes blog pertamina

menghitung hari

Desember 2007
M S S R K J S
« Nov   Jan »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

corat-coret terbaru

kumpulan tulisanku

corat-coret mereka

debuterbang di dari tetes tinta satu dua…
debuterbang di IBLIS TENGU
wee di dari tetes tinta satu dua…
wee di IBLIS TENGU
aveliasnyah di Surat
a little dreamer di mimpi
Fajar Ramadhitya P di Kerja Keras Adalah Energi Kita…
37degree di Sampai Nanti, Sampai Mati…
37degree di jam jam JAAAAM
Hilma di Kerja Keras Adalah Energi Kita…
Fajar Ramadhitya P di Kerja Keras Adalah Energi Kita…
Ary di Kerja Keras Adalah Energi Kita…
lia di IBLIS TENGU
Hilma di Sampai Nanti, Sampai Mati…
Fajar Ramadhitya P di IBLIS TENGU

corat-coret tersering dibaca

daftar disini jika kawan2 tertarik mengikuti perkembangan coretan terbaru di blog ini

link

silaturrahmi