Blog yang tidak mengeluh

Januari 30, 2008

 diary

Saat pertama kali terpikirkan untuk menulis sebuah blog, hal yang terpikirkan setelah itu adalah bagaimana caranya agar apa yang kita tulis di blog -yang menurut kita menarik- membuat orang lain tertarik.

Pada kenyataannya tidak semua yang menarik bagi kita itu juga menarik bagi orang lain.

Awal-awalnya, blog itu mungkin semacam diary online, tempat menampung semua keluh kesah kita yang dulu biasanya disimpan sendiri, kini dalam batas-batas tertentu kita coba bagi dengan orang lain, atau lebih dramatisnya kita bagi dengan orang sedunia.

Satu hal yang aku sedapat mungkin coba adalah bahwa blog ini harus memberikan pelajaran kepada orang lain, ada hikmah yang dapat dinikmati barang satu dua teguk.

Meskipun ini adalah -bagaimanapun- sebuah diary online, tetap aku kurang setuju dengan ide mengeluh pada orang sedunia. Blog ini bukan tempat mengeluh. Orang sedunia ini sudah cukup punya masalah masing2 tanpa direcoki pula dengan masalah kita, apa pentingnya mereka mendengar semua keluh kesah kita?

Tapi bagaimanapun juga, inilah yang mungkin jadi alasan kenapa orang membuat diary kecil mereka jadi terbuka bagi orang sedunia. Alasan berbagi!

Maka bolehlah satu dua kali kita mengeluh dan berkesah pada diary jejaring ini, tapi kita adalah orang-orang yang dalam hati sekuat mungkin bertekad, bahwa dalam setiap tulisan kita pada akhirnya ada pelajaran bermakna yang  kita bagi.

Setiap keluh dan kesah kita ditutup dengan paragraf semangat untuk bangkit dan bergerak lagi.

Setiap cerita sedih kita diapit dengan dua tawa.

Setiap kesendirian kita diisi dengan keyakinan berkarat bahwa kita bisa untuk tetap luar biasa.

Tapi bagaimana jika semua terasa terlampau mengiris dan menusuk-nusuk?

Maka setiap keluh dan kesah dalam tulisan kita akan diakhiri dengan doa sedalam-dalamnya, pada Dia penuntas segalanya.

Inilah tulisan kita, teman.

Sejumput Blog yang tidak mengeluh.

Entry Filed under: sketsa. .

2 Comments Add your own

  • 1. masibnu  |  Februari 5, 2008 at 03:06

    assalamu’alaykum,..
    jzkllh khoir telah berkunjung…
    ijin link yach…

    Balas
  • 2. Atik  |  Februari 11, 2008 at 11:00

    Assalamu’alaikum

    subhanallah….
    iya, tak boleh mengeluh !!!
    tulis aja!!!

    Balas

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


salamku untukmu

Lalu untuk semua bakti yang tak sempurna dan terimakasih yang tak terucap untuk ayah bunda, biarlah menjadi janji sejanji-janjinya "bahwa mereka adalah nama yang takkan pernah luput dari doa dalam setiap senja, setiap pagi buta, juga doa malam gulita". Di penghujung usia ini baru kita sadari, bahwa betapa mereka sudah begitu banyak berpesan tentang rahasia-rahasia dunia dan baru kali ini kita sadar-sesadar sadarnya. Ini janji sepenuh masa "Tenang Pak, Bu, akan kuputar kembali pesan-pesanmu untuk anak dan cucuku"

muqaddimah

bahwasannya sekalian ilmu itu mahal adanya, dan mencahari ilmu itu tiadalah semudah dugaan kalian, dan mencahari ilmu dengan ceroboh itu hanya akan membuahkan hasil yang hampa, seumpama butir gandum yang tiada bernas, untuk makanan keledaipun kurang bermanfaat (kutipan kitab zhodam berbahasa melayu)

pesan buya hamka

Takut gagal adalah gagal sejati, takut mati adalah mati sebelum mati, hidup itu ialah gerak, dan gerak itu ialah berjalan terus, jatuh, naik, jatuh dan naik lagi.

menghitung hari

Januari 2008
M S S R K J S
« Des   Feb »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

corat-coret terbaru

kumpulan tulisanku

Tag

keluarga pernikahan rumah tangga

corat-coret mereka

debuterbang di Dini hari tepat di jam ti…
debuterbang di Aku Ingin Pulang
debuterbang di Sampai Nanti, Sampai Mati…
Hilma di Sampai Nanti, Sampai Mati…
Hilma di Aku Ingin Pulang
iezul di Dini hari tepat di jam ti…
Hilma di Dini hari tepat di jam ti…
lia di Dini hari tepat di jam ti…
nerisu di Dini hari tepat di jam ti…
Anis di seratus juta hasta
setiawan di Untuk teman-teman terbaik (dar…
tia di dua windu dulu kala
Ananta di Lancang…
Eka Iswahyuni di Surat
Nurohmah di namimah

corat-coret tersering dibaca

daftar disini jika kawan2 tertarik mengikuti perkembangan coretan terbaru di blog ini

link

silaturrahmi