Untuk teman-teman terbaik (dari sebuah sore yang menjelang malam)

Juli 14, 2008

Bismillahirrahmanirrahim. 

Dari sore yang menjelang malam.

Kutuliskan ini sebagai bentuk rasa syukur, untuk telah dianugerahkan teman terbaik seperti kalian. 

Kebersamaan yang takkan pernah berkarat, biarpun jarak kita jauh, biar kehidupan kita sudah sendiri-sendiri, biar cerita kita sudah beda tema, biar lakon drama kita sudah beda naskah, biar kehidupan membawa kita pergi ke takdir yang berbeda-beda.

Kutuliskan ini sebagai bentuk terima kasih.

Atas rasa terbakar dalam dada, saat menyaksikan teman-teman terbaik terbang melesat ke awan-awan ilmu itu, melayang-layang di atmosfer pembelajar sepanjang hayat itu, lalu aku terperangah dan bangun, berjalan, berlari, sedikit melompat setinggi-tinggi yang aku bisa capai. Meski belum sampai terbang, tapi sekedar bukti dan teriakan kecil, kawan…. aku juga berjuang setengah mati sebisa-bisanya! 

Kutuliskan ini seperti bentuk cerita, kisah yang bakal ku bagi semuanya.

Untuk yang terpisah jarak terpisah waktu. Bahwa dalam setiap jatuh, setiap bangun, setiap sendiri, setiap duka, setiap suka ria, setiap masa-masa yang aku lewati dalam cerita petualangan ala aku itu, aku selalu mengingat kalian.

Untuk memulung semangat dari hari-hari yang dulu pernah kita lewati.

Untuk membuat nyala dari bara dalam hati, bahwa di ujung sana ada teman-teman yang sama berjuang, sama bertahan dari ombang-ambing ujian demi ujian, sama mendoakan dalam setiap ia punya kesempatan. 

Kutuliskan ini sebagai bentuk doa.

Dari jarak yang membentang ini, semoga Dia menjadikan hati-hati kita berhimpun selama-lama masa. 

Kutuliskan ini, dari sebuah sore yang menjelang malam

Entry Filed under: sketsa. .

15 Comments Add your own

  • 1. Titisan Qolbu  |  Juli 15, 2008 at 12:31

    ….. :) :) :)

    Terima kasih do’anya semoga Qt termasuk di dalamnya… Amien..

    ya…. Hiruk Pikuk perjalanan sulam kehidupan emang harus dihadapi, ga boleh mundur….boleh mundur dikit untuk terus maju..bahkan terbang jauh… :) :) just kidding Yo..

    tingkat ke-Yaqinan yang membuat semuanya berat atau ringan untuk dihadapi…

    qu masih masih berusaha untuk mendapatkan titik Mutlak…

    nyantai saja klo dah tingkatan itu…ya.
    karena yang Lebih Tau, di depan, di belakang dan di semua keadaan ruang waktu…

    Keep Istiqomah…

    sohibmu…

    Balas
  • 2. Titisan Qolbu  |  Juli 15, 2008 at 12:38

    Af-1 ( ikutan menyimpan ya Yo… boleh ya…1 aja )

    sebelumnya…..dengan harapan bermanfaat :

    , semoga keberkahan selalu mengiringi langkah, hati dan pikiran Qt,
    , semoga diampuni, dari segala kekhilafan, dan segera diketuk kembali hatinya dari jalan manapun yang Alloh Kehendaki.
    , Ketika lg berusaha “jadikan se-olah2 kita akan hidup selama2nya
    , Ketika lg beribadah “jadikan se-olah2 kita akan meninggal waktu itu juga
    , yu….kita tingkatkan…, selagi masih bisa, dan tentunya Lillahita’ala, insyaAlloh semoga ke-nyamanan, ke-tenangan, akan ada….
    ,Karena Qt , tidak punya ke-kuatan apapun, selain kekuatanNya,

    “”…teringat pada perkataan seseorang yang relefan juga dng salah satu keterangan : Kekuatan Energi Aura se-seorang yang frekuensi nya sangat besar menemuiNya, maka tunduklah hamba lainnya, tetumbuhanpun akan menunduk melihatnya, apalagi sebangsa mahluk halus akan dibuatnya takut untuk dekat2 dengannya….”" fenomena seseorang ini pernah saya temui, tepatnya minggu kemarin di salah satu pemukiman santri di Bandung, …”Semoga Alloh selalu memuliakan & menjaganya” Amien

    , Dengan berlalu lalangnya persoalan yang menghampiri, semoga ini mengingatkan Qt akan bentuk Perhatian-Nya kepada Qt,
    , Ketika sudah tidak sanggup u menghadapinya, maka Tinggalkan-lah, serahkanlah persoalannya, pada yang Maha BerDaya, untuk memberDayakan Qt mengikuti rumus penyelesaiannya….(hee…jadi inget PR Fisika Qu-Antum)
    , Yang sudah istiqomah, semoga dijaga dari ke-istiqomahannya, dan merambatkan energinya….
    , Semoga di jaga untuk tidak terlalu futur, kalaupun futur semoga segera di bangkitkan Nya untuk kembali, jangan dibiarkan terlena dengan kefuturannya….karena ini sangat mempengaruhi terhadap semuanya…”cepat emosi, tidak berfikir positif padaNya, porakporanda alur pemikirannya, jauh dari pertolonganNya, tidak merasakan indahnya beribadah, hampa, dsb…”
    , Semoga Qt, Ayah Ibu Qt, Saudara terdekat Qt, semua diakhir nafasnya dalam keadaan di Puncak ke-Imanannya “Husnul Khotimah”.

    Amin Ya Robbal’aalamiiiin

    Setelahnya….semoga bermanfaat,

    Wassalaamu’alaikum,
    KSI 20-06-2008

    Hatur Nuhun,

    Balas
  • 3. sigit  |  Juli 19, 2008 at 21:38

    astaga…
    udah hampir 1 bulan aku ndak liat blogmu ini…begitu buka… selalu…dahsyat…keep write friend!

    Balas
  • 4. sangprofesor  |  Juli 21, 2008 at 19:15

    idem ama k sigit. corat-coretnya…selalu…dasyat….

    ganbatte ne!!

    Balas
  • 5. artja  |  Juli 24, 2008 at 11:54

    doanya bagus sekali.

    Balas
  • 6. ayum  |  Agustus 8, 2008 at 09:59

    assalamu`alaikum,
    puisina baguz,
    aku sering ngambil puisina,
    seruw banget…

    Balas
  • 7. perempuan  |  Agustus 8, 2008 at 11:33

    saya selalu kagum pada kata-kata yang dirangkai indah kek gini … :D

    salut wes, feel nya krasa bangedd..
    slm knl ya,

    Balas
  • 8. zoesfa  |  Agustus 13, 2008 at 17:03

    subhanallah….
    rangkaian kata-kata yang begitu indah….
    saluuuutttt bnget atas prestasinya bisa nulis…..
    sukses slalu…..
    salam kenal…..

    Balas
  • 9. rio benny  |  Agustus 13, 2008 at 17:09

    terimakasih atas segala doa dan perhatian, doa ini untuk kalian

    Balas
  • 10. zovemsewulan  |  Agustus 18, 2008 at 16:35

    kl masalah ngerangkai huruf salute deh ma rio..
    selalu indah(indah di bandung deng..)
    akhirnya lulus juga niyh aku, dan pastinya bakaln pisah physicly yah sama temen2 seperjuangan. jadi kerasa waktu yang udah dilewatin sama-sama mereka tuh unforgetable bgt..

    rio,maen2 ya ke blog aku…
    ditunggu kata-kata indahnya di komen aku..

    Balas
  • 11. Detz acakkadut  |  April 18, 2009 at 04:27

    hmmm,, harus bilang apa saya..?? inilah kata-kata yang saya inginkan tentang kebersamaan , persahabatan yang abadi, kalo di ijinkan akan saya posting di blog saya, karena ingin sekali saya persembahkan untuk teman-teman, sahabat saya yang mungkin sebentar lagi akan berpisah,,

    salam kenal..

    Balas
  • 12. wijaya  |  Mei 17, 2009 at 17:10

    seneng banget kayanya punya temen kaya kamu…. sayang banget gak banyak orang seperti kamu.

    Balas
  • 13. friend  |  Mei 20, 2009 at 09:41

    iya, senneeeng banget ^_^ ! teman yang baik adalah teman yang bila kita mengingatnya, maka bertambahlah keimanan kita…

    Balas
  • 14. khairunnisa amaliah  |  Juni 23, 2009 at 21:15

    aku seneng bgt dg tulisan kamu…..
    tulisan kamu mengingtkan aku sama2 temen2 ku yg di jambi….
    aku kangenn bgt….
    setelah pindah …
    aku ga pernah k jmbi lagi…

    SALAM kenal….. ^_^

    Balas
  • 15. setiawan  |  Oktober 30, 2009 at 07:28

    wah bagus blognya

    ceritanya juga menarik

    Balas

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


salamku untukmu

Lalu untuk semua bakti yang tak sempurna dan terimakasih yang tak terucap untuk ayah bunda, biarlah menjadi janji sejanji-janjinya "bahwa mereka adalah nama yang takkan pernah luput dari doa dalam setiap senja, setiap pagi buta, juga doa malam gulita". Di penghujung usia ini baru kita sadari, bahwa betapa mereka sudah begitu banyak berpesan tentang rahasia-rahasia dunia dan baru kali ini kita sadar-sesadar sadarnya. Ini janji sepenuh masa "Tenang Pak, Bu, akan kuputar kembali pesan-pesanmu untuk anak dan cucuku"

muqaddimah

bahwasannya sekalian ilmu itu mahal adanya, dan mencahari ilmu itu tiadalah semudah dugaan kalian, dan mencahari ilmu dengan ceroboh itu hanya akan membuahkan hasil yang hampa, seumpama butir gandum yang tiada bernas, untuk makanan keledaipun kurang bermanfaat (kutipan kitab zhodam berbahasa melayu)

Tag

cinta doa guru ibu keluarga Kerja Keras Adalah Energi Kita kontemplasi motivasi pernikahan persahabatan religi renungan kehidupan rumah tangga seputar kerjaan tulisan ringan

pesan buya hamka

Takut gagal adalah gagal sejati, takut mati adalah mati sebelum mati, hidup itu ialah gerak, dan gerak itu ialah berjalan terus, jatuh, naik, jatuh dan naik lagi.

kontes blog pertamina

menghitung hari

Juli 2008
M S S R K J S
« Jun   Agu »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

corat-coret terbaru

kumpulan tulisanku

corat-coret mereka

debuterbang di dari tetes tinta satu dua…
debuterbang di IBLIS TENGU
wee di dari tetes tinta satu dua…
wee di IBLIS TENGU
aveliasnyah di Surat
a little dreamer di mimpi
Fajar Ramadhitya P di Kerja Keras Adalah Energi Kita…
37degree di Sampai Nanti, Sampai Mati…
37degree di jam jam JAAAAM
Hilma di Kerja Keras Adalah Energi Kita…
Fajar Ramadhitya P di Kerja Keras Adalah Energi Kita…
Ary di Kerja Keras Adalah Energi Kita…
lia di IBLIS TENGU
Hilma di Sampai Nanti, Sampai Mati…
Fajar Ramadhitya P di IBLIS TENGU

corat-coret tersering dibaca

daftar disini jika kawan2 tertarik mengikuti perkembangan coretan terbaru di blog ini

link

silaturrahmi