Archive for Juli 26th, 2008

mengheningkan cipta

Image038

Di sebuah persimpangan jalan di bandung, hampir persis di bawah fly over pasupati, ada sebuah jam digital yang cukup besar. secara periodik, selang waktu beberapa detik, jam itu berganti-gantian menampilkan waktu dalam indonesia barat dan suhu cuaca pada waktu itu. Setelah beberapa kali pengamatan, aku perhatikan rata-rata cuaca bandung itu mulai dari 21 c hingga 30an c.

sepanas apa itu udara yang paling panas di bandung? Mungkin sepanas udara dalam bus jurusan dipati ukur – leuwi panjang pada suatu siang yang gerah 25 juli 2008. dibandingkan dengan suhu di jakarta, tentu saja cuaca di bandung masih kalah pamor. Tapi untuk ukuran sebuah kota yang sejuk, maka macet siang-siang, plus melihat deretan mobil yang mengular sampai ke lampu merah di ujung sana itu, tentu saja tantangan tersendiri.

lalu seperti biasanya, para pedagang asongan masuk dengan pede lalu berorasi dengan lancar, inilah orator-orator yang dibesarkan oleh alam, fikirku….. tentu saja dengan tidak begitu memperhatikan.

tak lama kemudian seorang pengamen dengan perawakan yang biasa masuk juga ke dalam bus. aku masih dalam mode tidak memperhatikan, sampai saat dia mendentingkan gitarnya pada tembang pertama.

Sebuah lagu lama yang ceria sekali. enak betul rasanya ditelinga. kalaulah ada wisata kuliner musik jalanan, maka pengamen satu ini layak didatangi pak bondan winarno dan diberikan stempel “maknyus”!! sepertinya dia itu bernyanyi dari dalam hati betul! petikan gitarnya, starting awal nada suaranya, khas timbre vokal yang berat itu mengalun hati-hati dengan apik, tidak lebih, tidak kurang, terus melengking dengan manis, dan fade out dalam sebuah fallseto yang cantik. BRILLIAN!!!

Ah…. begini rupanya kalau apa-apa itu dikerjakan dengan hati! sepertinya benar-benar membawa ceria. Kalau ini adalah orasi, maka denting lagu nostalgi dia itu adalah orasi bung tomo yang menggelegar, yang membakar bakul-bakul jamu dan tukang-tukang tahu untuk bangkit bergerak, maju!!! lawan!!! rawe-rawe rantas, malang-malang putung!!!

:-) memang hiperbolis, tapi betul memang itu yang terasa.

Kawan, aku jadi percaya sekali bahwa dalam kapasitas apapun kita ini dipasrahkan peran, seandainya kita lakukan yang terbaik yang kita bisa, maka itu akan berbekas di hati orang lain, atau setidaknya di hati kita sendiri.

Dalam sebuah tulisan pada buku entah yang mana aku lupa, pernah kubaca: “jika kamu hanyalah seorang penyapu jalan, maka jadilah penyapu jalan yang baik, yang menyapu jalan dengan sepenuh jiwa, yang menghasilkan maha karya jalan bersih luar biasa, karya agung senilai patung artistik michael angelo. Hingga nanti saat kau telah tiada, akan banyak orang, para malaikat, serta penghuni langit dan bumi akan mengheningkan cipta, untuk mengenang bahwa disini pernah tinggal seorang penyapu jalan yang legendaris”

Maka lewat tulisan ini, aku mengucapkan terimakasih yang dalam, dan mengheningkan cipta sejenak, berterimakasih atas pengamen legendaris yang menceriakan perjalanan dipati ukur- leuwi panjang, di suatu siang yang panas terik dan menyengat, duapuluh lima juli yang lalu.

Add comment Juli 26, 2008


salamku untukmu

Lalu untuk semua bakti yang tak sempurna dan terimakasih yang tak terucap untuk ayah bunda, biarlah menjadi janji sejanji-janjinya "bahwa mereka adalah nama yang takkan pernah luput dari doa dalam setiap senja, setiap pagi buta, juga doa malam gulita". Di penghujung usia ini baru kita sadari, bahwa betapa mereka sudah begitu banyak berpesan tentang rahasia-rahasia dunia dan baru kali ini kita sadar-sesadar sadarnya. Ini janji sepenuh masa "Tenang Pak, Bu, akan kuputar kembali pesan-pesanmu untuk anak dan cucuku"

muqaddimah

bahwasannya sekalian ilmu itu mahal adanya, dan mencahari ilmu itu tiadalah semudah dugaan kalian, dan mencahari ilmu dengan ceroboh itu hanya akan membuahkan hasil yang hampa, seumpama butir gandum yang tiada bernas, untuk makanan keledaipun kurang bermanfaat (kutipan kitab zhodam berbahasa melayu)

Tag

cinta doa guru ibu keluarga Kerja Keras Adalah Energi Kita kontemplasi motivasi pernikahan persahabatan religi renungan kehidupan rumah tangga seputar kerjaan tulisan ringan

pesan buya hamka

Takut gagal adalah gagal sejati, takut mati adalah mati sebelum mati, hidup itu ialah gerak, dan gerak itu ialah berjalan terus, jatuh, naik, jatuh dan naik lagi.

kontes blog pertamina

menghitung hari

Juli 2008
M S S R K J S
« Jun   Agu »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

corat-coret terbaru

kumpulan tulisanku

corat-coret mereka

debuterbang di dari tetes tinta satu dua…
debuterbang di IBLIS TENGU
wee di dari tetes tinta satu dua…
wee di IBLIS TENGU
aveliasnyah di Surat
a little dreamer di mimpi
Fajar Ramadhitya P di Kerja Keras Adalah Energi Kita…
37degree di Sampai Nanti, Sampai Mati…
37degree di jam jam JAAAAM
Hilma di Kerja Keras Adalah Energi Kita…
Fajar Ramadhitya P di Kerja Keras Adalah Energi Kita…
Ary di Kerja Keras Adalah Energi Kita…
lia di IBLIS TENGU
Hilma di Sampai Nanti, Sampai Mati…
Fajar Ramadhitya P di IBLIS TENGU

corat-coret tersering dibaca

daftar disini jika kawan2 tertarik mengikuti perkembangan coretan terbaru di blog ini

link

silaturrahmi