Archive for Agustus, 2008

ceritra

Suatu pagi yang berkabut, aku menulis sebuah cerita nostalgi dengan ekstase perjuangan yang meluap-luap.

Bismillahirrahmanirrahim.

Ayahku sering sekali bercerita dengan heroik, kepada kami-kami ini, anaknya, tentang bagaimana dulu beliau berjuang setengah mati untuk hidupnya, untuk sekolahnya, untuk masa depannya.

Cerita-cerita semacam itu selalu menyulut, sehingga kami-kami ini seperti tertantang untuk bisa ikut tegar dan bersemangat menghadapi perjuangan panjang yang berkelok yang mendaki.

Sebegitu seringnya ayah mengulang-ulang cerita itu hingga sebagian aku sudah hafal bagaimana mulanya bagaimana akhirnya, tapi aku -menunaikan tugas sebagai anak yang menghargai orang tua – tetap dalam pose mendengarkan yang hikmat sembari berkhayal, dengan khusyuk aku telah menyiapkan cerita penyemangat yang nanti akan kudongengkan kepada anak-anakku.

 

Mungkin begini aku akan bercerita.

 

Nak, dengarlah petuah ayah dan Ibumu,

janganlah pernah mengeluh dalam menjalani cerita panjang hidupmu,lalui semua jalan mulus yang kami pernah tempuh, hindari setiap yang membuat kami terjerembab.

 

Setiap kesulitan yang kamu hadapi yakinlah bahwa akan ada kemudahan yang mengapitnya.

Setiap kesendirian yang kamu hadapi yakinlah Ayah dan Ibumu adalah orang yang ikut menghabiskan malam-malamnya untuk mendoakan kebaikan kepadamu sebanyak banyak yang kami bisa pinta.

 

Sebagai yang tertua maka tugasmulah melambungkan adik-adikmu menjadi manusia-manusia luar biasa.

Sebagai yang termuda maka tugasmulah untuk belajar banyak dari cerita saudara tua, lalu berterimakasih yang dalam untuk setiap cinta yang tersurat atau terpendam.

 

Sebisa mungkin kami berharap jalan kalian lurus dan mulus, maka setiap bimbingan dan petuah kami anggaplah surat-surat cinta.

Setiap yang berkenan di hati maka laksanakan dengan suka ria,setiap yang bertentang dihati simpanlah barang sementara untuk kau buka nanti rahasianya seiring usiamu yang berbilang yang bertambah.

 

Jadikan kami teman yang kalian percaya untuk setiap rahasia. Percayai kami sepenuhnya untuk setiap cerita-cerita.

 

Suatu ketika nanti saat kalian sudah harus menempuh kehidupan kalian sendiri, sempatkan waktu untuk menjenguk dan bercerita.

Nanti saat kami sudah renta cukuplah kami bahagia dengan mendengar bahwa kalian sudah berkelana separuh dunia.

Berkembang lebih besar dari kami.

Tumbuh lebih tinggi dari kami. 

 

Pilihlah pasangan yang luar biasa, nak.

Yang mengamini setiap doa-doa kebaikan yang kalian kerjakan.

Yang beristighfar atas setiap khilaf-khilaf terpelesetmu dan selalu menyambut tanganmu untuk tidak terjerembab dalam.

Yang dalam setiap lelahnya dia tersenyum untuk menghiburmu.

Yang dalam setiap kesalnya dia diam untuk tidak berkata buruk.

Yang menemanimu dalam setiap pagi yang cerah bersinar dan tidak akan lari dalam setiap senja yang menjelang gelap.

 

(Si kecil tiba-tiba bertanya dengan lantang)

“oh…. Iya…. Ayah belum pernah bercerita bagaimana mulanya  ayah menemukan bunda??”

 

*****************

Benar juga… bagian itu, belum tahu aku bagaimana menulisnya!!

 

12 comments Agustus 11, 2008


salamku untukmu

Lalu untuk semua bakti yang tak sempurna dan terimakasih yang tak terucap untuk ayah bunda, biarlah menjadi janji sejanji-janjinya "bahwa mereka adalah nama yang takkan pernah luput dari doa dalam setiap senja, setiap pagi buta, juga doa malam gulita". Di penghujung usia ini baru kita sadari, bahwa betapa mereka sudah begitu banyak berpesan tentang rahasia-rahasia dunia dan baru kali ini kita sadar-sesadar sadarnya. Ini janji sepenuh masa "Tenang Pak, Bu, akan kuputar kembali pesan-pesanmu untuk anak dan cucuku"

muqaddimah

bahwasannya sekalian ilmu itu mahal adanya, dan mencahari ilmu itu tiadalah semudah dugaan kalian, dan mencahari ilmu dengan ceroboh itu hanya akan membuahkan hasil yang hampa, seumpama butir gandum yang tiada bernas, untuk makanan keledaipun kurang bermanfaat (kutipan kitab zhodam berbahasa melayu)

pesan buya hamka

Takut gagal adalah gagal sejati, takut mati adalah mati sebelum mati, hidup itu ialah gerak, dan gerak itu ialah berjalan terus, jatuh, naik, jatuh dan naik lagi.

kontes blog pertamina

menghitung hari

Agustus 2008
M S S R K J S
« Jul   Sep »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Tag

cinta doa guru ibu keluarga Kerja Keras Adalah Energi Kita kontemplasi motivasi pernikahan persahabatan religi rumah tangga seputar kerjaan tulisan ringan

corat-coret terbaru

kumpulan tulisanku

corat-coret mereka

Hilma di Kerja Keras Adalah Energi Kita…
Fajar Ramadhitya P di Kerja Keras Adalah Energi Kita…
Ary di Kerja Keras Adalah Energi Kita…
lia di IBLIS TENGU
Hilma di Sampai Nanti, Sampai Mati…
Fajar Ramadhitya P di IBLIS TENGU
Tomy Linelejan di jam jam JAAAAM
debuterbang di Dini hari tepat di jam ti…
debuterbang di Aku Ingin Pulang
debuterbang di Sampai Nanti, Sampai Mati…
Hilma di Sampai Nanti, Sampai Mati…
Hilma di Aku Ingin Pulang
iezul di Dini hari tepat di jam ti…
Hilma di Dini hari tepat di jam ti…
lia di Dini hari tepat di jam ti…

corat-coret tersering dibaca

daftar disini jika kawan2 tertarik mengikuti perkembangan coretan terbaru di blog ini

link

silaturrahmi