Dari jalan yang naik dan yang turun
Desember 18, 2008

Tuhan hadirkan banyak hikmah dalam setiap hari yang kita lewati.
Pertemuan yang menyenangkan dengan banyak teman, orang-orang baik yang membangkitkan semangat, yang banyak sekali hal bisa kita tiru dari mereka-mereka. Atau kejadian kejadian yang menghibur dan mewarna halaman-halaman sejarah kita. Atau penghargaan yang membubungkan kita ke angkasa yang bertingkat-tingkat itu.
Menarik benar, menyadari betapa Tuhan dengan sangat bijaksananya mempergulirkan malam setelah siang benderang kita, mempersempit ruang setelah lapang kita, menelusupkan lelah setelah kuat menggelegarnya kita, mensenyapkan sunyi setelah hiruk pikuk kita.
Hari-hari selalu dibimbingnya dengan maha indah untuk mengajarkan kita arti tunduk dalam, arti syukur yang lapang, yang ikhlas, yang menerima benar atas segala naik turunnya cerita-cerita kita.
Kita ini sudah terlampau sering menangis dan ciut, bersembunyi dibalik rerimbun belukar, kita kutuk-kutuk gelap hari padahal Tuhan bimbing kita untuk jelma kesatria.
Banyak nian kita meratap-ratap nasib, kita iba-iba diri yang terseok-seok, padahal Tuhan tempa kita untuk sekeras karang sekeras baja.
Kita tanam susah duka dalam-dalam, padahal Tuhan bimbing kita untuk syukur.
Kemana lagi kita lari bersembunyi jika malam itu niscaya jika pagi itu niscaya?
Tuhan….
Syukurkan hati kami untuk setiap yang benderang.
Kuatkan hati kami untuk setiap yang gulita.
Ajarkan kami untuk percaya benar bahwa Engkau memandang kami dengan senyum, bangkitkan Jiwa kami yang ciut merangkak-rangkak ini.
Keluarkan kami dari sembunyi panjang ini.
Yakinkan kami akan setiap janji pagi yang mengintai dibalik pekat malam.
Cukupkan kami untuk memohon-mohon padaMu, ajarkan kami untuk berdiri tegak disetiap terjang topan badai.
Lalu lembutkan hati kami untuk selalu sujud menapak tanah serendah-rendah.
Telusupkan ketenangan ke dalam-dalam sumsum belulang kami ini, untuk berdiri dan mengamini doa kami tadi.
3 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed

1.
Titisan Qolbu | Desember 19, 2008 at 15:53
segala puji hanya milik Alloh,..
TOP cerita berhikmahnya…
semoga dibimbing terus tulisan idenya… dan tentunya menjadi salah satu jalan u ma’rifat… supaya lebih tau apa tu kejujuran diri yang super lemah dari kekuatanNya… but itu lah cara agar energiNya ada dalam hati, pikiran berbuah akhlakul karimah..
2.
tito | Desember 27, 2008 at 22:45
aamiin..btw kang rio makin gemuk aj nigh..hihihi..
3.
Ebz | Januari 4, 2009 at 14:19
Keren tulisannya.. izin me-link ya..