mimpi

Januari 13, 2009

sudah sangat lama, aku menjalani hidup seperti orang yang tidak punya mimpi, padahal kata orang-orang, mimpi adalah sesuatu yang membuat hari-hari kita hidup dan bermakna. Jika kita punya mimpi, maka kita akan mengejar mimpi itu sampai ketempat-tempat yang musykil sekalipun, dan akan banyak kejadian yang mendebarkan sepanjang petualangan kita menggapainya.

Itulah masalahnya, selama ini hidupku mengalir sebagaimana alir sungai, aku mengikuti saja alurnya, kulakukan apa-apa saja seperti yang kebanyakan orang lakukan saat mereka menginjak fase yang sama denganku. Orang kuliah, ya aku kuliah, orang lulus ya aku lulus, orang kerja ya aku kerja….. jujur, sumpah mati begitu. Terlihat sangat tidak membara dan kurang greget, tapi ya bagaimana lagi, begitulah adanya.

Sampai suatu ketika, dalam suatu hari, dalam perjalanan panjang hidupku yang mengalir sampai sekarang itu, aku tiba-tiba tersentak oleh sebuah kesadaran yang menyeruak tiba-tiba, tanpa katalis macam apa, tanpa alasan apa-apa, aku sadar, bahwa sebuah cinta maha indah telah menuntunku dengan sangat rapih, untuk mengalir pelan dan sampai ke muara.

Segala bentuk syukur bentuk puji kuucap sayup dan lantang, untuk “keajaiban” yang mempertemukan aku dengan kawan-kawan yang membagikan semangat dan mimpinya, hingga jadilah aku, sampai saat ini adalah orang yang hidup dan tumbuh besar atas cipratan mimpi-mimpi mereka.

Sewaktu SMA, alhamdulillah, Tuhan izinkan untuk aku belajar diantara teman-teman yang aku tahu betul kapasitas intelektual mereka itu mencuat-cuat tak dapat dibendung, jadilah aku ikut-ikut juga belajar sampai terengah-engah untuk sedikit saja berupaya mengikuti ritme orkestra mereka yang luar biasa cepat itu. Mereka lulus, aku lulus, mereka kuliah aku kuliah.

Waktu kuliahpun begitu, silih berganti Tuhan pertemukan aku dengan semua orang yang berapi-api semangatnya, yang tak kurang-kurang perjuangannya, yang mimpi-mimpinya itu mereka gantung di langit yang paling ujung, menggantungnya saja sudah membuktikan mereka layak mencapainya.

Selalu begitu, mereka bermimpi, lalu berjuang sampai putih tulang mereka itu terlihat, lalu berjalan terus sampai keringatnya itu bersimbah tak karu-karuan, kukejar mereka sekencang-kencangnya, mereka lulus aku lulus, mereka bekerja aku bekerja.

Sudah sangat lama, aku menjalani hidup seperti orang yang tidak punya mimpi, padahal kata orang-orang, mimpi adalah sesuatu yang membuat hari-hari kita hidup dan bermakna, jika kita punya mimpi, maka kita akan mengejar mimpi itu sampai ketempat-tempat yang musykil sekalipun, dan akan banyak kejadian yang mendebarkan sepanjang petualangan kita menggapainya.

Maka itu, hari ini aku sudah memutuskan untuk berani bermimpi, anggaplah ini sebagai sujud syukur yang khidmat, atas segala karunia yang berhamburan menghujaniku dari puluhan tahun lalu, atas segala cerita kehidupan yang tersulut dan membara berkobar-kobar oleh nyala mimpi semua orang luar biasa itu.

Akan kubangun sebuah rumah mungil, dipuncak bukit menghadap lembah yang kabutnya melayang-layang tipis itu, lalu meskipun sedikit telat nantinya akan kuucapkan juga sebuah janji dengan kata yang paling sungguh, kan kupesankan anak cucu kita nanti untuk menjelma pribadi yang punya mimpi, yang baik, yang mulia.

Mereka bermimpi………

Kita bermimpi……….

*) images taken from google

Entry Filed under: sketsa. Tag: , .

7 Comments Add your own

  • 1. muhfirman  |  Januari 14, 2009 at 22:42

    tak terbayangkan dalamnya rasa takjub dan syukur ketika hati kita menyadari bahwa “sebuah cinta yang maha indah” telah mengantarkan kita menapaki jalan kehidupan sedemikian rupa, dan tersadar bahwa rencanaNya telah bekerja selama ini di dalam hidup kita.

    ketika rencanaNya telah mengantarkan kita hingga ke sini, semoga kita senantiasa terjaga untuk mensyukuri. dalam hari demi hari.

    salam kenal. semoga senantiasa dinaungiNya.
    o ya, mohon ijinnya untuk mentaut blog ini di blog saya.

    Balas
  • 2. syamsa  |  Januari 23, 2009 at 10:39

    ehm….bermimpilah, karena yang kita punya hanya mimpi^^

    bermimiplah menggapai bintang kalau kau terpeleset maka kau masih berada di langit

    Balas
  • 3. Ebz  |  Januari 24, 2009 at 19:47

    Mirip.. baru sekarang juga saya cukup berani bermimpi..

    Ayow, ayow..mari bermimpi..!!!

    Balas
  • 4. 37degree  |  Januari 30, 2009 at 17:13

    masih memberanikan diri utk bermimpi,,,

    Balas
  • 5. buddie  |  Februari 8, 2009 at 21:06

    dalam perjalanan mencari impian…

    Balas
  • 6. dian  |  Februari 16, 2009 at 01:02

    I remember a quote in andrea hirata’s book (sang pemimpi if i am not mistaken) “bermimpilah, maka Tuhan akan memeluk mimpimu”
    and remember a hadith “Allah itu sesuai dengan prasangka hamba-Nya”

    that would be enough I think to pump the spirit up ^^

    Balas
  • 7. a little dreamer  |  Desember 13, 2009 at 23:06

    Yupz, don’t be afraid to have dreams cause it is give us the power to do our best. Let’s fight for reaching our dreams ^_^

    Balas

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


salamku untukmu

Lalu untuk semua bakti yang tak sempurna dan terimakasih yang tak terucap untuk ayah bunda, biarlah menjadi janji sejanji-janjinya "bahwa mereka adalah nama yang takkan pernah luput dari doa dalam setiap senja, setiap pagi buta, juga doa malam gulita". Di penghujung usia ini baru kita sadari, bahwa betapa mereka sudah begitu banyak berpesan tentang rahasia-rahasia dunia dan baru kali ini kita sadar-sesadar sadarnya. Ini janji sepenuh masa "Tenang Pak, Bu, akan kuputar kembali pesan-pesanmu untuk anak dan cucuku"

muqaddimah

bahwasannya sekalian ilmu itu mahal adanya, dan mencahari ilmu itu tiadalah semudah dugaan kalian, dan mencahari ilmu dengan ceroboh itu hanya akan membuahkan hasil yang hampa, seumpama butir gandum yang tiada bernas, untuk makanan keledaipun kurang bermanfaat (kutipan kitab zhodam berbahasa melayu)

Tag

cinta doa guru ibu keluarga Kerja Keras Adalah Energi Kita kontemplasi motivasi pernikahan persahabatan religi renungan kehidupan rumah tangga seputar kerjaan tulisan ringan

pesan buya hamka

Takut gagal adalah gagal sejati, takut mati adalah mati sebelum mati, hidup itu ialah gerak, dan gerak itu ialah berjalan terus, jatuh, naik, jatuh dan naik lagi.

kontes blog pertamina

menghitung hari

Januari 2009
M S S R K J S
« Des   Feb »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

corat-coret terbaru

kumpulan tulisanku

corat-coret mereka

debuterbang di dari tetes tinta satu dua…
debuterbang di IBLIS TENGU
wee di dari tetes tinta satu dua…
wee di IBLIS TENGU
aveliasnyah di Surat
a little dreamer di mimpi
Fajar Ramadhitya P di Kerja Keras Adalah Energi Kita…
37degree di Sampai Nanti, Sampai Mati…
37degree di jam jam JAAAAM
Hilma di Kerja Keras Adalah Energi Kita…
Fajar Ramadhitya P di Kerja Keras Adalah Energi Kita…
Ary di Kerja Keras Adalah Energi Kita…
lia di IBLIS TENGU
Hilma di Sampai Nanti, Sampai Mati…
Fajar Ramadhitya P di IBLIS TENGU

corat-coret tersering dibaca

daftar disini jika kawan2 tertarik mengikuti perkembangan coretan terbaru di blog ini

link

silaturrahmi