Archive for Februari, 2009

terlambat bahagia

Tadi sore, aku mengingat-ingat, kira-kira ada berapa kali dalam hidup ini – hingga sekian puluh tahun usia berbilang ini- aku mengalami hari-hari yang penat dan menggrogoti semangat yang  harusnya kokoh menjulang.

Rupanya, kawan, hampir dalam setiap perguliran malam menelan siang dan berulang lagi siang muncul menggeser gulita, aku mengalami ribu-ribu macam masalah.

Ternyata, baru sore tadi juga aku sadar dan berhasil memetakan sebuah ihwal maha penting dalam perjalanan hidupku, bahwa masalah terbesar kita hingga hari ini sepertinya adalah kita terlambat bahagia.

Harta kita tak semelimpah mereka, maka kita tidak bahagia.Dulu pas kecil tidak juara, kita tidak juga bahagia. Kurang kawan, kita tidak bahagia. Banyak kawan banyak konflik, tak kunjung juga kita bahagia. Waktu kuliah hampir-hampir mati kita putus asa mengerja setiap kewajiban yang merantai melilit-lilit, selesai kuliah hampir mati lagi kita dibuat kerja yang rutin berulang ulang ulang ulang, ini dejavu… kata kita.

Rupanya, kawan, itulah masalah kita, ketololan kita yang berkarat-karat itu menutupi hati kita sampai-sampai tidak lagi percaya janji pagi yang pasti datang setelah pekat malam. Sampai lupa kita, pontang-pantingnya Bapak Ibu kita membesarkan kita sampai sebegininya, itu bukti lebih dari nyata bahwa mereka bisa menghadapi aral macam apa juga, maka kita haruslah juga bisa. Sampai lupa kita bahwa besok, lusa, besoknya lagi dan tahun-tahun di depan kita itu, pasti ada saja masa-masa mengiris, yang sunyi hening menohok, menggrogoti semangat kita yang nyata-nyata sudah renta sebelum masanya.

Jadi ingat kata orang-orang tua dulu, bahwa siapa saja yang mencoba mencari kebahagiaan dari luar dirinya, akan selalu mendapati kebahagiaan itu milik orang lain.

Kalau sekarang, esok, lusa dan berapapun dasawarsa didepan sana masalah akan masih juga ada, jadi kapan kita bahagia??

Janganlah kita terlambat lebih lama kawan!!!

Setelah tersadar tadi sore, maka aku beristighfar dalam, dan memulai bahagia.

5 comments Februari 12, 2009


salamku untukmu

Lalu untuk semua bakti yang tak sempurna dan terimakasih yang tak terucap untuk ayah bunda, biarlah menjadi janji sejanji-janjinya "bahwa mereka adalah nama yang takkan pernah luput dari doa dalam setiap senja, setiap pagi buta, juga doa malam gulita". Di penghujung usia ini baru kita sadari, bahwa betapa mereka sudah begitu banyak berpesan tentang rahasia-rahasia dunia dan baru kali ini kita sadar-sesadar sadarnya. Ini janji sepenuh masa "Tenang Pak, Bu, akan kuputar kembali pesan-pesanmu untuk anak dan cucuku"

muqaddimah

bahwasannya sekalian ilmu itu mahal adanya, dan mencahari ilmu itu tiadalah semudah dugaan kalian, dan mencahari ilmu dengan ceroboh itu hanya akan membuahkan hasil yang hampa, seumpama butir gandum yang tiada bernas, untuk makanan keledaipun kurang bermanfaat (kutipan kitab zhodam berbahasa melayu)

pesan buya hamka

Takut gagal adalah gagal sejati, takut mati adalah mati sebelum mati, hidup itu ialah gerak, dan gerak itu ialah berjalan terus, jatuh, naik, jatuh dan naik lagi.

menghitung hari

Februari 2009
M S S R K J S
« Jan   Mar »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728

corat-coret terbaru

kumpulan tulisanku

Tag

keluarga pernikahan rumah tangga

corat-coret mereka

debuterbang di Dini hari tepat di jam ti…
debuterbang di Aku Ingin Pulang
debuterbang di Sampai Nanti, Sampai Mati…
Hilma di Sampai Nanti, Sampai Mati…
Hilma di Aku Ingin Pulang
iezul di Dini hari tepat di jam ti…
Hilma di Dini hari tepat di jam ti…
lia di Dini hari tepat di jam ti…
nerisu di Dini hari tepat di jam ti…
Anis di seratus juta hasta
setiawan di Untuk teman-teman terbaik (dar…
tia di dua windu dulu kala
Ananta di Lancang…
Eka Iswahyuni di Surat
Nurohmah di namimah

corat-coret tersering dibaca

daftar disini jika kawan2 tertarik mengikuti perkembangan coretan terbaru di blog ini

link

silaturrahmi