ujung doa negri tanpa nama
Maret 24, 2009

Duhai Yang Maha Berkuasa
pagi ini kami jalin doa dari ujung negri-negri yang jauh. Ajarkan kami memintalnya menjadi gulungan salam yang seindah-indah kesturi.
Rendah sekali suara kami, meminta dalam doa tanpa aksara tanpa suara tanpa nada.
Semangatkan setiap jiwa yang luluh lantak nyalanya, dengan cecahaya kecil dari ujung-ujung jemari kami-kami ini.
Bangkitkan setiap cita rebah dari saudara-saudara kami di setiap negri. Muliakan mereka dari setiap kilas pandang orang-orang.
Dari setiap kesulitan mereka yang mengacak-acak ketegaran sekeras-keras karang itu, selipkan satu, dua, sepuluh, seberapa saja kemudahan di utara selatan barat timur mereka.
Doa pelan dari desir hati kami ini adalah cinta dalam diam, untuk mereka, teman dari negri tanpa nama.
2 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed

1.
isma | Maret 29, 2009 at 10:08
“Dari setiap kesulitan mereka yang mengacak-acak ketegaran sekeras-keras karang itu, selipkan satu, dua, sepuluh, seberapa saja kemudahan di utara selatan barat timur mereka”
(indah dan sangat menyentuh doanya)
smoga……dibalik kesulitan selalu terbentang kemudahan, dibalik musibah selalu ada hikmah….Amiiin
2.
cep angga | April 20, 2009 at 15:08
Subhanalloh,,,
hanya itu kata yg bisa terlintas dari hati ketika membaca doa yg sangat menusuk jiwa.
Amiin ya Alloh,, yaa Robbal’alamin