Jalan Masih Panjang, Kawan

jalan masih panjangjalan masih panjang 

jalan masih panjang, kawan
senang rasanya tahu bahwa kau masih ada di sampingku.
Nanti waktu aku terseok, bantu aku untuk sekedar berdiri, dan biarkan aku berjalan lagi,
biar aku juga merasa nikmatnya apa yang orang biasa sebut dengan “perjuangan”.
biar nanti waktu kita sudah sampai di ujung sana, kita sama2 bisa mengenang, jejak langkah yang kita tinggalkan di seberang,
biar kita sama2 bisa mengenang berapa kali aku terjatuh dan tertinggal,
biar kita sama2 bisa mengenang berapa kali kau membantuku berdiri,
biar kita sama2 bisa mengenang air mata yang luruh jadi satu dengan tanah basah ini.

jalan masih panjang, kawan
tapi setiap detik bersama kalian membuat jarak jadi nisbi, toh kita sama2 tertawa, kita sama2 menangis, jadi apa lagi artinya jarak di ujung sana??

jalan masih panjang kawan,
siapapun nanti yang tiba disana lebih dulu, doakan sejenak kita yang tertatih di belakang,
karena peluh keringat, air mata, dan basah tanah ini membuat kita kadang lupa
dulu kita pernah sama2 menangis, sama2 tertawa.

jalan masih panjang kawan
sementara air mata luruh jadi satu dengan tanah basah ini,
dan aku sudah sejak tadi mengenang berapa kali kau membantuku berdiri.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s