Inilah Perjuangan, Kawan

singa

bertandang ke beberapa teman lama membuat aku jadi segar kembali, melihat mereka yang masih berjuang keras untuk menunaikan kewajibannya, tiba2 membuat aku teringat cerita tentang seseorang di jazirah arab, seseorang dari suku qazwin.
Suku itu adalah sebuah suku yang sangat gemar membuat tato.
Begini ceritanya.

suatu hari, seseorang dari suku qazwin datang kepada seorang tukang rajah (tukang tato), dengan semangat dia berkata bahwa dia ingin dibuatkan sebuah tato singa di pundaknya. Seekor singa jantan yang gagah, dengan badan yang besar, dan muka yang terlihat garang.

Sang tukang rajah pun mulai beraksi. Dengan cekatan ia memainkan jarum rajah dan mulai menggambar singa pada pundak sang qazwin tersebut.

Tiba2 sang qazwin berteriak, “aduh, sakit sekali, apa yang kau lakukan??” kata sang qazwin tersebut. “Tentu saja aku sedang menggambar singa” ucap sang tukang rajah.
“Maksudku bagian apa dari singa itu yang kau gambar?” tanya sang qazwin.
“Aku sedang menggambar ekornya” jawab sang rajah.
“Kalau begitu tinggalkan saja ekornya, biarlah singaku ini tidak berekor, rasanya sakit sekali, aku tak sanggup menahannya” kata sang qazwin tersebut.

Sang tukang rajah kembali beraksi, meneruskan gambarnya, tapi kali ini ia mencoba menggambar singa tanpa ekor.
Tiba2 sang orang qazwin kembali berteriak “Demi Tuhan, apalagi yang kau lakukan kali ini??, rasanya seperti kau ingin membunuhku saja”.
Sang tukang rajah menjawab, “tentu saja aku sedang menggambar singa, jika yang kau maksud adalah bagian yang mana, maka aku sedang menggambar badannya” jawab sang tukang rajah dengan kesal. “Sudahlah, kalau begitu gambar saja di pundakku, singa yang tidak memiliki ekor dan juga tidak memiliki badan” ucap sang qazwin sambil menahan sakit.

Sang tukang rajah kembali beraksi dengan sedikit kesal, ia mulai menggambar kepala singa sekarang, tentu saja singa itu nantinya hanya punya kepala, tanpa badan dan tanpa ekor.
Sekali lagi sang qazwin berteriak, “Bagian mana lagi yang kau gambar sekarang?? Aku bisa mati jika kau tetap menggambar seperti ini”.
“Aku menggambar surainya”, katanya.
“Ah sudahlah, kalau begitu biarkan saja singaku itu tidak memiliki surai, pendekkan juga telinganya!” kata sang qazwin.

Sang tukang rajah kehabisan kesabaran, lalu dengan serta merta ia membanting jarum rajahnya sembari berkata “Singa macam apa itu? tidak punya badan, ekor dan surai??? Tuhanpun tidak menciptakan singa semacam itu”.

untuk semua teman2ku yang masih berjuang, inilah perjuangan, kawan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s