Surat ini dek, kutulis untukmu

contemplation 

assalamualaikum

teriring doa semoga kau baik-baik saja dek,

surat ini, dengan tergesa kk tuliskan padamu, pada suatu sore yang tiba-tiba membuatku sadar, bahwa kau sedang menyiram dafodil di belakang rumah kecil kita itu.

kukirimkan surat ini lewat angin, agar kau bisa menemaniku sejenak belajar mengeja, tentang cita2, pengorbanan, dan juga dirimu.

kk disini baik-baik saja, kecuali perasaan gundah gulana yang membuncah ini, tak kurang suatu apapun jua. bagaimana denganmu dek??

izinkan kk sejenak bercerita dengan sederhana, sekali waktu, izinkan aku belajar dari semangatmu yang lugu.

masih sempatkah kk meminta maaf padamu? di waktu yang sesore ini harusnya aku telah mengajarimu membelah cakrawala, harusnya kita sama-sama menantang kokoh kaki gunung, mencipta api lewat kata-kata kita yang menjilat-jilat angkasa, mengukir rupa bumi dengan tapak-tapak kita, membawa ayah bunda terbang ke negri di nirwana.

maka izinkan kk meminta maaf dengan sederhana, maafkan jika hal terhebat yang pernah aku lakukan hingga saat ini adalah menumbuhkan kau menjadi seorang yang biasa-biasa saja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s