Jika Suatu Nanti

hope

jika suatu nanti aku bertemu dengan pasangan hidupku. izinkan aku untuk berdoa, Tuhan, agar nanti…….

pertemuan pertamaku itu adalah pertemuan di sebuah toko buku kecil di  sudut kota, dengan seorang manis yang memegang buku tebal bertuliskan “sepuluh ribu satu cara berbakti kepada kedua orangtua”

pertemuan pertamaku itu adalah pertemuan di sebuah gang kecil kumuh, dengan seorang manis yang mengeluarkan uang makan siangnya hari itu dari dompetnya untuk diserahkan buat pengemis tua nan kelaparan di pojok selokan sana.

pertemuan pertamaku itu adalah pertemuan dengan seorang manis, yang menangis di barisan shaf belakang musholla kecil, mendoakan ibunya dengan sepenuh hati, “biarlah duka derita mereka aku yang menanggung” begitu bisiknya.

pertemuan pertamaku itu adalah pertemuan dengan seorang manis yang memainkan sebuah biola kecil dalam konser orkestra yang luar biasa megah dengan spanduk raksasa terpampang “konser untuk amal”.

pertemuan pertamaku itu adalah pertemuan dengan seorang manis yang menolong seorang buta menyeberang jalan.

pertemuan pertamaku itu adalah pertemuan dengan seorang manis yang mengaji dengan indah di sebuah surau kecil di suatu siang yang tenang.

suatu nanti itu, aku akan mendekatinya dan perlahan berkata, terimakasih untuk telah menjadi mimpi.

4 thoughts on “Jika Suatu Nanti

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s