Kita Dikelilingi Orang-orang Besar

 shake

seumur hidupku, baru akhir2 ini, aku sadar, bahwa kita mungkin selama ini selalu dikelilingi “orang2 besar”

tidak semua yang kubilang “orang besar” itu ORANG BESAR. Terkadang ia cuma orang biasa yang tanpa sadar memiliki jiwa yang besar, atau mungkin juga ORANG BESAR yang low profile, jadi tidak mau dianggap besar.

nah, tugas dari orang kecil sepertiku, adalah memulung kebijakan yang ditebarkan oleh “orang-orang besar”

salah satu kebijakan yang ditebar oleh “seorang besar” adalah pertanyaannya sekira satu bulan yang lalu, di suatu sore.

“Rio. apa yang kau lakukan apabila kau sedang sedih? dan apa yang kau lakukan untuk menghilangkan kesedihanmu??”

aku masih loading menunggu inspirasi jawaban, lalu tiba2 dia berkata

“kalau aku biasanya pergi ke masjid, sholat berjamaah, dan setelah itu menyalami semua orang yang ada di masjid hari itu”.

Aha,

ini ide yang menarik,

saat kau sedih, pergilah ke masjid, sholat berjamaah, dan salamilah semuuuuaaaaa yang ada di masjid hari itu.

Ini kebijakan besar yang unik, menurutku, idenya bagus dan orisinil, coba kita bikin lebih dramatis.

Setiap kali kita bergenggaman dengan orang lain dan mengucapkan salam,

serasa kita disentakkan bahwa kita tidak sendiri,

serasa kita memulung semangat dari sungging senyum dibibir tiap mereka,

serasa kita sama2 mencipta api lewat kata2 yang menjilat-jilat angkasa,

serasa ada teman kita menebar cinta untuk dunia.

Maka apa kabarmu hari ini?

jika sedih bergelayut, ayo kita menelusup ke shaf mereka,

lalu menjabat erat semua nama

bercerita lewat angin.

membongkar resah yang lama membuncah,

mengirimkan senyum untuk semua kenang,

mengirimkan maaf untuk semua khilaf.

Maka apa kabarmu hari ini?

jika sedih bergelayut, ayo kita menelusup ke shaf mereka,

satu…..

dua…..

aku dapat empat puluh genggam cinta!

kau dapat berapa????????

One thought on “Kita Dikelilingi Orang-orang Besar

  1. Kenapa hari ini aku harus menangis???
    Aku tersadar bahwa ternyata aku memang sangat keciiil…keciiil sekali
    Akupun lupa! sebenarnya aku juga punya saudara-saudara yang nanti, esok atau kemudian juga akan menggoncangkan dunia.

    kenapa aku harus sedih?
    Bolehkah aku iri dengan kalian?
    Aku memang manusia bodoh yang tak bs untuk menulis.
    kapan aku bisa menulis????

    Barakallah kak Rio
    Syukurlah…karena antum memang BeDa
    Punya sebuah KarYa dan Nikmat Yg Tak Pantas untuk dikufuri
    “menulis”

    afwan jiddan

    salam kenal dan jihad selalu dari saudara antum di Uns

    wassalamu’alaykum warohmatullo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s