Memoar

malam

mahakam 

MEMOAR PART 1 

Masih kuingat waktu kita menyusuri tepian mahakam senja itu.
kita duduk bersama di atas perahu kecil, mengukir meander mahakam dengan buih seputih salju. Lalu sama2 kita duduk bercerita, tentang impian masa kecil yang kita biasa sebut dengan cita2.

Kita, sama bercerita tentang impian ayah bunda, tentang semburat kelabu perjuangan yang mewarnai lambaian tangan mereka melepas kita, tentang malu kita saat mengingat peluh yang mereka hapus satu2, tentang hari yang mereka habiskan langkah demi langkah, tentang impian kita yang membuat mereka hari ke hari bertambah tua.

Lalu kita sama tersentak waktu melihat buih
“sejak kapan kita ada disini??” katamu.
aku juga tiba2 tersadar
waktu mereka tak lagi seberapa,
kita di sini sudah senja,
“ayo kita pulang!!!” teriakku
“mungkin disana sudah gulita!!”

 

MEMOAR PART 2 

masih kuingat waktu kita menyusuri tepian mahakam senja itu.
“sejak kapan kita ada disini??” katamu.
aku juga tiba2 tersadar
“ayo kita pulang teriakku!!”

malam sudah gulita buat mereka
sementara aku belum sempat mengajaknya melihat matahari terbit nun di timur sana.
belum juga bercengkrama dengan terik siang sambil peluh mereka kuseka
belum juga bersimpuh pada mereka, di bawah senja, berterimakasih untuk telah mengajarkan cita2.

“ayah bunda, bertahanlah lagi sekejap mata” teriakku.
tapi tak kuasa
waktu mereka tak lagi seberapa,
kita di sini sudah senja,
mungkin baginya sudah gulita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s