“Ode untuk orang-orang yang sendiri”

 alone

Dalam rentang panjang waktu hidup kita yang terseok, pasti ada satu dua masa dimana kita harus menikmati kesendirian yang pahit. Terperangkap dalam belantara terasing dibawah tatapan beribu-ribu mata, atau menangisi jutaan keping beban yang tak memberi jeda nafas kita untuk terhela barang satu dua detik saja.

Aku, suatu kali pernah juga menitikkan air mata, pada jenak-jenak hidup dari keseluruhan waktu panjangku yang bernama “sendiri”

Maka diwaktu yang singkat ini, izinkan aku sejenak menjadi kurma, yang beribu tahun lalu memberi teduh pada Muhammad, di sebuah kebun nun di Thaif sana.

Dari sudut kenangan itu, kulontar senyum untuk siapapun saja, “gerangan apa engkau meneteskan air mata, kawan?”

Hidup ini, bagi kita adalah orkestra. Gemuruh syair, alunan biola dan harpa adalah nada dalam pagelaran hidup kita, tapi hening juga nada, diam sejenak dalam syahdu yang kadang2 mengiris, untuk lalu bergemuruh lagi dengan simfoni luar biasa yang memaksa dunia ini bertepuk tangan, suka atau tidak suka.

“gerangan apa engkau meneteskan air mata, kawan?”

Atas nama ibu yang telah menggadaikan separuh nafasnya untuk kita, maka tidak sekali-kali kita akan surut.

Atas nama ayah yang mengisi jenak-jenak hari kita dengan semangatnya, maka tidak sekali kali kita akan goyah.

Hidup kita terlalu berharga untuk jatuh dan hancur luluh! Maka kita tetap berdiri, betapapun rapuh kaki, betapapun teriris hati, betapapun berduri jalan ini, betapapun SENDIRI!

Maka hari ini kita hapus airmata dalam diam yang hening, lalu berjanji dalam hati, bahwa tidak suatu apa akan membuat kita limbung, tidak mentari, tidak bayu, tidak bumi.

“gerangan apa engkau meneteskan air mata, kawan?”

Ceritakan sejenak padaku! akan aku dengarkan dengan sepenuh waktu, sesabar angin siang yang membelai-belai ilalang, sesabar bulan tua yang menemani kita,

dari sabit hingga purnama,

dari sabit hingga purnama

3 thoughts on ““Ode untuk orang-orang yang sendiri”

  1. rio..gak tau deh mau komen apa
    yuni termasuk org yg jarang ngeliat blog, blog siapapun dan apapun!
    tapi salut deh buat kamu yg tulisannya oke..
    at least yuni pikir kamu orgnya puitis, bener gak sih..

    oia…kemaren di YM lupa ngucapin mohon maaf lahir bathin
    semoga walaupun kamu debu yg terbang kesana kemari tapi puasa n ibadah2 lainnya nya gak terbang juga (iihhhh…nyambung gak sih?????:p)

  2. Unfortunately, I do not understand these writings of Yours, but I am glad to admit that Your blog is interesting and well-designed.
    Among all, I like Your knowledge of choosing pictures for Your text.
    Best wishes from Bosnia and Herzegovina.

  3. is that u are really from bosnia? welcome to my blog then, thanks for visiting. someday i will write in english so u can give feed back to my blog. send my regards to all the people there

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s