Dalam Do’aku (Poems by Sapardi Djoko Damono)

salam hormatku untuk beliau (sapardi djoko damono), puisinya bagus Pak, aku pinjem ya……..

bird

Dalam Doaku

(Sapardi Joko Damono, 1989, kumpulan sajak
“Hujan Bulan Juni”)

Dalam doaku subuh ini kau menjelma langit yang
semalaman tak memejamkan mata, yang meluas bening
siap menerima cahaya pertama, yang melengkung hening
karena akan menerima suara-suara

Ketika matahari mengambang tenang di atas kepala,
dalam doaku kau menjelma pucuk-pucuk cemara yang
hijau senantiasa, yang tak henti-hentinya
mengajukan pertanyaan muskil kepada angin
yang mendesau entah dari mana

Dalam doaku sore ini kau menjelma seekor burung
gereja yang mengibas-ibaskan bulunya dalam gerimis,
yang hinggap di ranting dan menggugurkan bulu-bulu
bunga jambu, yang tiba-tiba gelisah dan
terbang lalu hinggap di dahan mangga itu

Maghrib ini dalam doaku kau menjelma angin yang
turun sangat perlahan dari nun di sana, bersijingkat
di jalan dan menyentuh-nyentuhkan pipi dan bibirnya
di rambut, dahi, dan bulu-bulu mataku

Dalam doa malamku kau menjelma denyut jantungku,
yang dengan sabar bersitahan terhadap rasa sakit
yang entah batasnya, yang setia mengusut rahasia
demi rahasia, yang tak putus-putusnya bernyanyi
bagi kehidupanku

Aku mencintaimu.
Itu sebabnya aku takkan pernah selesai mendoakan
keselamatanmu

20 pemikiran pada “Dalam Do’aku (Poems by Sapardi Djoko Damono)

  1. sebuah puisi indah yang
    menggunakan kata-kata
    yang mengandung makna
    begitu dalam…….

    termasuk juga terjemahan sayap-sayap
    patah pak sapardi
    membuatnya menjadi
    seniman yang akan selalu di kenang..

  2. Saya sedang belajar membaca puisi ini untuk persiapan baca puisi beberapa bulan depan, buat saya puisi ini sangat bagus namun saya masih sulit menjiwainya… aku masih harus belajar..

  3. Aku begitu JATUH CINTA dengan puisi “Dalam Doaku”.
    merinding…..
    menyentuh….
    ku bisa meneteskan airmata…..
    Apalagi dengan bait terakhir….”Aku mencintaimu.
    Itu sebabnya aku takkan pernah selesai mendoakan
    keselamatanmu”

  4. terjemahan inggrisnya, dalam buku “Before Dawn” (Yayasan Lontar, 2005)

    In My Prayers
    Sapardi Djoko Damono
    (translated by John McGlynn)

    in my prayers this morning you became the sky which through the entire night did not close its eyes, a clear expanse ready to receive the first light, a curve of silence in wait of sound

    as the sun drifted above my head, you became in my prayers the tips of pines, eternally green and forever presenting abstruse questions to the wind that hisses from directions unknown

    in my prayers at dusk you became the sparrow that fluffed its feathers in the mist, alighted on the branch and felled the tassel of the guava flowers and then in sudden excitement flew away to alight on the mango branch

    in my prayers this evening you became the distant wind that descended ever so slowly, tiptoed down the path and slipped through the cracks of the panes and door to press its cheeks and lips against my hair, chin and eyelashes

    in my prayers tonight you became the beating of my heart that has so patiently endured what seems to be limitless pain and faithfully revealed one secret after another, the unending song of my life

    i love you, and for that reason, will never stop praying for your well-being

    • Lagi sedang belajar menangkap makna lain tentang kesempurnaan dari arti mencinta. Cinta dalam wujudnya yang lain, bukan sekedar cermin sesaat. Juga tidak sekedar gunung dan debu. Bahkan tidak terbatas ruangdan waktu. Sajak dalam doaku karya maestro Supardi Djoko Darmono, benar benar menginspirasi saya untuk terus menggali dan mencari jati diri. Orientasi penulisan puisi , memanglah harus belajar banyak dari dia sang maha guru.

  5. saya suka sekali semua puisi beliau.
    dalam interpretasi saya, puisi ini bukan mengenai hubungan horisontal, melainkan hubungan vertikal, bagaimana kita selalu menemui-NYA di 5 waktu kita, kemudian pada bait terakhir merupakan bukti cinta pada semesta, ketika kita mengucapkan salam penutup sholat, kita mendoakan keselamatan bagi sesesta

    salam kenal

  6. sapardi
    pak Doktor yang saya sukai.
    pertama mengenal nya agak dalam ketika membaca majalah Horison edisi tahun berapa…, saya lupa, ada rview tentang dia dan karya2nya.

    hmmm …
    sapardi …
    menggigit sepotong kebijaksanaan dan meminum segelas pencerahan, itulah yang tersa setiap kali selesai membaca karya2nya.

  7. sebelum membaca puisinya, terlebih dahulu saya mendengar musikalisasi puisi ini, yang dibuat oleh ananda sukarlan.
    tapi setelah saya membaca langsung puisinya, saya teringat ibu saya yang selalu mengatakan bahwa beliau tak pernah berhenti mendoakan saya disetiap shalatnya.
    april mendatang saya akan coba persembahkan lagu dari puisi ini untuk beliau di ulang tahunya…

  8. sambil membaca puisi dan mendengarkan musikalisasinya yang diunduh dari rumah seninya iverdixon tinungki art house. bahan ajar yang sangat pas. terima kasih. az

  9. lw blh thu p mknax t kak smpai skrng sya ngk ngtri pliss tlong bls y kwk soal y sya dlm mmbertugas t apa mkst dan makna dri puisi ini ya sagat suka tp sush di megeti ….. bls melaluli facacook ku ya kan MUHAMMAD SYAFRIZAL nmx fb saya

  10. Ping balik: Sajak Sapardi Djoko Damono “Dalam Doaku (In My Prayers)” | kupu-kupu kertas

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s