tentang cinta yang luruh tadi pagi

pagi 

aku belum pernah terjaga sepagi ini, mengapa embun berjuntai tepat dibalik bayang-bayang pohon dalam kelam diam di ujung sana?

sepi aku hela gigil dari kening berkerut berpikir,

aku belum pernah terjaga sepagi ini, mengapa rindu menetes satu-satu, tak bisa kurasa tak bisa kuseka kutanya kenapa?

daun itu diam tak goyang, tenang bersama bayang dari pohon rindang di seberang jurang, mengapa cemas tak juga terpapas? meski pagi sebentar lagi meski malam sudah hampir hilang dari tadi?

aku belum pernah terjaga sepagi ini, tiba-tiba aku ingin menjelma embun yang menjuntai tepat dibalik bayang-bayang pohon dalam kelam diam di ujung sana

biarlah nanti aku beri sejuk pada bumi, lalu pergi diam-diam sebelum mentari,

“kenapa hari ini cerah sekali?” katamu waktu kau terjaga nanti!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s