Sepotong seatbelt dan sesungging senyum

 seatbelt

Malam ini aku dikagetkan dengan dering hp ku tepat jam 12. Ini nama yang aku ingat-ingat lupa, pikirku. Mozaik memoriku baru terangkai setelah dia berkata pelan “kakak lagi dimana? Apa kabar kak?” oalaaah…..ini ternyata dia, adik kecil anak kelas 5 SD, teman sebelah bangkuku di pesawat, dalam penerbangan yang entah kemana aku sudah lupa.

Waktu itu pesawat sudah berjalan. Pemberitahuan bahwa pesawat akan segera take off sudah terdengar, dan itu dia awal dari perkenalan aku dengan adik kecil itu, “seat belt”. Fasten ur seat belt!!! Begitu kata pilot, tapi malangnya adik kecil itu tidak tahu bagaimana mengencangkan seatbeltnya. Sambil setengah cuek aku tetap melongok ke samping jendela, menghitung jumlah rumah yang makin lama terlihat makin mengecil itu, toh kupikir di sebelah adik itu ada bapaknya, dan itu bukan masalah besar untuk menarik sedikit seatbelt itu hingga terdengar klik.

Tapi ternyata Bapaknya bukan tipe pengajar yang baik, “kencangkan ikat pinggangmu!!!!” katanya keras, sambil melongok ke bangku sebrang, disana ada istrinya dan anak kecilnya yang rupanya kompak ikut2an tidak bisa memasang seatbelt. Aku berkhusnudzon, pastilah bapak ini telah mengalami hari yang berat, hari yang membuatnya bisa tersulut dan meledak karna sepotong tali kecil yang tinggal ditarik hingga klik itu. Atau mungkin dia malu, terlalu kentara rasanya kalau pasang seatbelt saja tidak bisa. Atau mungkin apa saja yang tidak sampai akalku kesana.

Kulihat adik di sebelahku itu masih dengan muka lugunya mencari celah dimana seharusnya dia masukkan ujung seatbelt satunya.

Aku tersenyum, “wah dek, bukan gitu cara masangnya, sini k ajarkan”
Itulah cerita dari sepotong seatbelt dan sesungging senyum, senyum yang membuat adik kecil itu berterimakasih dan menghujani handphoneku dengan ucapan terimakasih yang dia kirim nyaris limapuluh kali dalam hari yang sama.

“makasih ya kak” ujarnya.

One thought on “Sepotong seatbelt dan sesungging senyum

  1. wuuuuiiiihhhhhhh…..

    kk yang perhatiannn..subhanallah..
    Pengalaman yg manntabbb…

    Satu yg sya petik dari crita ni…dan mungkin smua pun akan berpendapat sma sprti sya.

    Mungkin kta tak sadar, bahwa setiap prilaku kita berdampak besar pda org lain. Sperti yg kk ajarkan kpda adik kecil yang kebingungan menggunakan seat belt.

    Sangat membekas di hati adik kecil…sampai dia trus mengucapkan trima kasih..

    Kerreeeennnn🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s