serenade cinta yang tak cengeng

 angsa

Pernah dengar “11 januari?” lagu ini ternyata persembahan armand maulana untuk istrinya. Aku baru tahu kalau kisah pernikahan armand maulana vokalis gigi itu lumayan unik. Hehe….jarang-jarang aku bercerita seperti ini, ini bukan infotaiment, tapi kisah unik tujuh generasi.

Beliau menikah diam-diam di sebuah tempat di bilangan jakarta barat. Pada saat ijab qabul tiba-tiba listrik mati. Luar biasa panik. Pertolongan datang, tiba-tiba ada pedagang mi tek-tek lewat, pedagang itu dipanggil lalu dibayar lima puluh ribu dan lampu petromaxnya dipinjam sebentar untuk penerangan.  Jadilah “aku terima nikahnya…..” itu diterangi lampu petromax dari pedagang mi tek-tek.

Untuk mengenang cerita itulah maka Armand maulana membuat lagu “sebelas januari” untuk istrinya. Luar biasa.
*******
Pernah dengar pertemuan pertama aa gym dengan teh ninih? Konon kabarnya aa gym terpesona oleh suaranya, pada waktu acara isra’ mi’raj (atau maulid nabi,atau nuzulul qur’an aku udah lupa), beliau hadir dan mendengarkan teh ninih mengaji.  Jadilah cinta aa gym bersemi pada pendengaran pertama, tanpa perlu melihat lebih dulu.

Ini juga luar biasa.
********
Ustad arifin ilham juga ternyata romantis luar biasa. Pada saat meminang istrinya (lewat telpon) beliau berkata “aku ingin terbang ke surga, tapi aku hanya punya satu sayap, maukah kau menjadi sayap satunya dan kita sama-sama terbang ke syurga”, astaga….kontan saja istrinya diam seribu basa.

Ini cinta luar biasa.
*********
Lalu bagaimana cerita kita?

Tuhan, anugerahkan aku cinta luar biasa.
Yang akan jadi dongeng pengantar tidur tujuh generasi. Cinta mulia yang jadi skenario pengganti sinetron-sinetron basi.
Serenade cinta yang tak cengeng, kami bangun dari bait-bait nada tertatih-tatih menujuMu. Lalu berikan kami lampu petromaks pedagang mi malam hari, atau cinta tanpa tatap mata, atau syair terindah “sudikah kiranya” hingga ia diam seribu basa. amin

Iklan

6 thoughts on “serenade cinta yang tak cengeng

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s