cermin

alonealone cerminalonealonesendiri

Apa kabar orang tua kita? Semakin  hari semakin renta semakin bingung juga kita, bagaimana meringankan sedikit saja beban luar biasa dipundak mereka yang semakin ringkih itu?

Apa kabar adik2 cerdas luar biasa? Semakin hari kita semakin cepat berlari meninggalkan mereka di belakang sana, yang sambil memegang erat boneka atau dot susunya, mereka pikir dunia ini gampang2 saja, toh masih ada kakaknya, yang padahal sekarang sudah makin dewasa makin beda dunia.

Apa kabar semangat membara? Menyala-nyala atau makin merenta? Redup teratur jadi arang legam hitam kelam?

Masih bertegur sapakah kita dengan teman2 disana? mereka masih terseok meraba-raba, kira-kira apa bisa untuk keluar dari lubang jarum ujian demi ujian yang mungkin sama seperti kita? sedang kita sibuk luar biasa, bahkan untuk sekedar ber “apa kabarmu hari ini teman?” lalu bercerita bahwa untuk teman-teman terbaik seperti mereka “selalu masih ada cinta”.

Lalu untuk sebuah nama yang kita perjuangkan mati-matian hingga tua, sudahkah terukir dengan jelas di pigura?

‘selamat, untuk telah sukses luar biasa tanpa mengajak siapa-siapa’ 

4 thoughts on “cermin

  1. kalo nge-net biasanya tulisan muncul lebih dulu dari gambar2nya
    naaah.. waktu liat judulnya cermin, d pikir gambarnya deket2 sama judulnya…
    gambar cermin, kaca, pantulan bayangan seseorang/sesuatu, atau… semacamnya…

    kenapa ternyata memilih gambar yang ‘ini’?

  2. gambarnya gini karna: mungkin mewakili perasaan bahwa jalan kedepan sedemikian panjangnya dan baru sadar bahwa ternyata kita ga ngajak siapa-siapa (mode ga mau kalah:ON)

    hehe…sebenarnya emang pengen nyari gambar cermin, tapi gambarnya ga ada yang luar biasa, jadi males, ya udah gambar ini aja, lagian rada masuk juga, dikiit.

    to fajar: wah….kalau begitu kita sama2 ketendang ya jar? hehe…. itu tulisan buatku sendiri kok jar, tapi mungkin juga bukan aku sendiri yang terus berlari luar biasa kencang, tapi kok kita ga ajak siapa2 ya?

  3. Ya….
    Sering engkaudanaku lupa, akan cermin ini, terlalu egois memang!
    Masya Allah…
    Kini saatnya mengajak siapa-siapa untuk meraih kesuksesan bersama senyuman🙂

    Terima kasih cermin indahnya, yang kembali mengetuk hati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s