dari waktu suatu seketika

 contemplation

Seketika itu juga kita merasa ciut, iya kan kawan?

Dengan banyak sekali bercak noda di halaman lembar-lembar kemarin dulu itu, kita malu sejadi-jadi waktu bertemu orang seputih-putih mereka itu.

 

Dengan ilmu yang tak seberapa ini, rasanya tiap orang seperti guru saja buat kita, untuk selalu belajar apa saja, bercermin apa saja. Sungguh, nyata-nyata kita tak banyak tahu apa-apa.

 

Merangkak-rangkak kita berjalan dengan nafas yang sepenggal-penggal ini, setidaknya biar berarti walau cuma sekali.

 Dari waktu suatu seketika, dibalik senja merah tembaga.

“Permisi….kami punya ilmu cuma sebelanga!”

One thought on “dari waktu suatu seketika

  1. Seketika itu juga kita merasa ciut, iya kan kawan?

    Dengan banyak sekali bercak noda di halaman lembar-lembar kemarin dulu itu, kita malu sejadi-jadi waktu bertemu orang seputih-putih mereka itu.

    >> lalu kita harus bagaimana utk bisa merasa percaya diri diantara orang seputih-putih itu?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s