Kita semakin sulit tertawa

 laugh

Seringkali, saat sedang nonton tv bersama para kru, atau sedang berbincang-bincang ringan, aku mengamati hal-hal yang membuat mereka tertawa. Misalnya tontonan tv.

Pada mulanya, aku mengira bahwa orang-orang seperti mereka adalah orang-orang yang selera humornya rendah, maksudku mereka itu gampang sekali tertawa oleh tontonan yang ga lucu menurutku.

Semisal ada acara tv yang memperlihatkan orang jatuh karna terpeleset kulit pisang, maka kontan mereka semua akan tertawa. Padahal itu menurutku tidak lucu. Semisal lagi saat ada seorang dari mereka ada yang sedang mancing dan umpannya habis, mereka tertawa, padahal itu kan tidak lucu juga.

Hipotesa awalku adalah bahwa tingkat rasa humor seseorang mungkin akan semakin berubah seiring dengan perkembangan tingkat pendidikannya. Kita mungkin akan tertawa jika melihat guyonan cerdas semisal acara republik mimpi di metro tv atau guyonan kick andy, tapi mereka akan tertawa pada hal-hal yang sangat sederhana.

Tapi, semakin kesini aku semakin berubah pikiran. Kulihat bahwa cara mereka tertawa, dan sebab mereka tertawa, itu juga ada korelasi dengan cara mereka menilai dan menghadapi hidup.

Mereka-mereka itu menikmati hidup ini dengan santai dan luar biasa ceria. Sesederhana mereka tertawa karna hal-hal yang remeh temeh itu. Bangun pagi dan melihat laut beriak, mereka tersenyum dan tertawa, “wah…banyak ikannya pasti pagi ini” kata mereka. Sedang kita bangun pagi lalu menjalani rutinitas biasa dan tidak tertawa pada apapun, kecuali dosen kita mengeluarkan guyonan cerdas tingkat tinggi tentang Einstein atau bos kita mengeluarkan guyonan tentang naik gaji.
Mereka menghadapi siang terik yang panas ga karu-karuan dengan tertawa karna melihat temannya mandi keringat, “mirip kuda nil” kata mereka tanpa niat mengejek. Dan kita menghadapi siang dengan mengeluh akan ozon yang semakin menipis, kita baru tertawa jika ada lelucon cerdas tentang pemanasan global.

Kenapa ya, kita semakin sulit tertawa menghadapi hidup ini. Jangan-jangan kita mulai lupa bagaimana menikmati hidup.

Aku permisi sebentar ya, rasa-rasanya aku ingin tertawa karna koneksi internet yang lama ini, haha…..

Kamu tertawa juga ya??

5 thoughts on “Kita semakin sulit tertawa

  1. tahukah anda kenapa bayi menangis saat dilahirkan? karena itu membuat orang2 dewasa di sekitarnya tersenyum dan tertawa bahagia. jika bayi itu lahir tertawa, maka orang2 dewasa itu yg akan menangis ketakutan. atau mungkin, bayi itu menangis saat dilahirkan karena tahu sebentar lagi ia akan tertawa? ah, yang jelas, orang dewasa semakin sulit tertawa. bahkan menertawakan dirinya sendiri.

    lhah? kenapa gua kagak nulis sendiri ajah y di blog gue? hehehe

    salam kenal (lagih ;p)

  2. Hee..e.e.e.
    Aku minta izin untuk ambil gambar bayinya ya mas, cz bayinya bagus, sehat, cocok aku masukkan dalam halaman “healthy” di blogku sebagai tugas kuliah. Makasih ya mas…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s