no turning back

flow

there comes a time in every journey, when u realize there’s no turning back. 

waktu liburan bulan ini, aku reuni dengan teman2 masa kuliah, dan bercerita banyak tentang kehidupan baru yang kami “dapatkan” sekarang ini.

“destiny men…. destiny……” selalu itu guyonan konyol yang kami kelakarkan setiap kali bertemu.

bagaimana tidak berteriak lantang “destiny… destiny…” kalau ternyata orang yang dulu tidak pernah kami sangka2, orang yang selalu diluar lingkaran kandidat pemegang ipk termaut, atau diluar lingkaran aktivis kampus organisatoris yang selalu punya retorika menggelegar, juga diluar lingkaran nama-nama yang akan mudah diingat karna dia orang yang selalu vokal dan punya peran penting dalam kehidupan ke-kampusan kami ini, ternyata digulirkan oleh takdir untuk menjadi the choosen, satu dari sedikit orang yang terpilih untuk masuk sebuah perusahaan minyak yang punya nama itu.

takdir berjalan dengan cara yang tidak diduga-duga…. terkadang itu benar-benar menohok, dan membuat kami-kami ini kadang tersenyum, kadang tersenyum sambil melongok, susah aku menggambarkan bagaimana kenampakan orang yang tersenyum sembari mengerutkan kening dan berpikir “lha…. kok si anu malah gini tapi si anu malah gitu??”

no turning back……
seorang teman ditakdirkan terdampar di halmahera….
yang lain di belantara aceh
ada yang di tengah rimba sulawesi
ada yang di hiruk pikuk jakarta
ada yang bolak-balik antar pulau,
ada yang meneruskan studi di sebrang lautan
ada yang masih berjibaku untuk lulus dari kampus
ada yang bentar lagi married

ada sisi-sisi dimana lembar kehidupanmu itu tidak selalu bisa kamu pastikan kemana arahnya…….

lalu kami-kami ini mencoba mengeja terbata-bata. Lalu bercerita lagi dalam ketawa-ketiwi pelan sambil menyeruput teh seduh dari poci. Kita ini kan manusia yang akan terus berjuang berbuat yang terbaik yang kita bisa, tapi bagaimanapun juga, Dia yang maha segala maha.

dalam setiap perjalanan panjang kita, akan ada masanya dimana kita tiba-tiba sadar bahwa kita sudah tidak mungkin surut ke belakang. pilihan kita hanya tetap maju, atau hilang sirna dalam pencarian panjang ini.

tapi setidaknya “sekali berarti, setelah itu mati”

4 thoughts on “no turning back

  1. Assalamu’alaikum wR wB

    Semoga Cahya-Nya tak meninggalkan q-ta yang terus menerus digerus resah gelisah…dengan noda diri yang tak terperi…dengan cacatnya penghambaan kita…\
    Robbana dzolamna anfusana wailam tagfirlana lanakunanna minal khosirin.

    Semoga shalawat serta keselamatan atas Baginda Rasulullah SAWW, keluarganya serta sahabat2 setianya.

    Saudara ku..kini

    SAATNYA BANGKIT

    Cukup sudah kiranya kebodohan ini membelengu
    Menjatuhkan nilai luhur eksistensi diri ke jurang dunia begu
    Cukup sudah suka ria fatamorgana itu
    Membius nurani hingga mampus
    Cukup…
    Cukup…
    Cukup sudah
    Kini saatnya saatnya untuk bangkit
    Saatnya kita
    Sayangi jiwa yang telah lelah
    Didera gelombang dahsyat gelisah
    Dilanda pongah kita
    Bandung, 01 Juni 2008
    Tuk sebuah silaturahim!

  2. setuju sekali. itu sebabnya sebelum berjalan, kita mesti persiapkan diri agar tidak salah jalan, sebab kita pasti akan tiba di tempat ketika susah atau bahkan tidak bisa untuk kembali lagi.

  3. wah seru sepertinya reuniannya…iy bener yo…kadang kita nda pernah tau kemana jalan ini akan membawa kita…kita cm bisa berusaha, DIA yang menentukan…
    kadang cm bisa mengeluh…padahal seharusnya kita bersyukur…
    but..life is just the way it is..setiap detik kita ga akan pernah tau apa yang terjadi di detik selanjutnya…
    Thanks yo udah nulis2…lumayan buat refreshing di tengah kehidupan yang kadang terasa penat…isn’t it?…he..he
    sukses2 yo..mudah2an one day kita bs reunian lg yang lebih seru….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s