TAK MESTI PUISI

Menjadi laki-laki, bagiku adalah berkelana ke ujung-ujung, merelakan waktu tidur memendek, bertahan di tekanan yang tidak semua orang bisa pikul, menceritakan setiap potongan episode yang berkilau-kilau dan menyenangkan, mensenyumi dan men”santai”kan saja setiap episode buram yang mengiris-ngiris, sambil mengemas rindu dengan bungkusan plastik dan pita paling rapih. Lalu cinta tidak mesti melulu puisi

pict taken from here

2 thoughts on “TAK MESTI PUISI

  1. lagi berkelana, lagi ga bisa banyak istirahat,lagi bertahan dan menikmati segalanya, trus, lagi… rindu ama istri ya, mas!? kan bisa ditelp.. he..šŸ˜€ ya, mudah2an dg bersama orang2 tercinta, “pikulan”nya jd ga begitu terasa

    dan sebenernya, bukan cuma laki2 kok yang kaya gitu… perempuan juga(tapi mungkin untuk urusan yang berkelananya emang bukan “kebanyakan”).

    lalu tentang cinta dan puisi… aduh… no comments dah…šŸ˜€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s