begini ceritanya

BEGINI CERITANYA

Beri aku sedikit saja waktu untuk berpikir,
pikirku pasti akan melayang tentang aku, kau, kita yang seringkali dibodohi ego masing-masing, tapi masih saja bilang
“menurut saya begini….begini….begini……”

Beri aku sedikit waktu untuk mendengar,
pasti yang terdengar suara aku, kau, kita sama-sama bernyanyi tentang prinsip, tentang kebenaran, tentang pandangan hidup, yang syairnya ditulis oleh ego masing-masing, dan bunyinya
“begini…begini….begini….”

Beri aku sedikit saja waktu untuk melihat,
pasti yang terlihat adalah aku, kau, kita sama-sama berakting jadi orang bijak, orang pintar, orang arif, dan sebagainya dan sebagainya, yang naskahnya
“begini….begini….begini….”

Coba kita luangkan sedikit saja waktu untuk merasa,
pasti yang terasa adalah rasa ego,
seperti rasa benar yang diaduk dengan rasa paling.
Mungkin aku, kau, kita, sama!

Aku hanya minta kau luangkan sedikit saja hatimu,
tapi toh buat apa???
Sebelum bicarapun aku sudah dibantah dan digurui
“begini….begini……begini…”

Lalu aku hanya diam,
sedang dihatiku dongkol dan berkata
“begini…begini….begini…”

sebuah tulisan yang terpendam lama. jaman2 masih sma
Iklan

3 thoughts on “begini ceritanya

  1. humm…mungkin disinilah perbedaan itu menjadi rahmat y..semakin banyak “begini..begini..” kan jadi banyak alternatif utk solusi…tapi klo kebanyakan ya pusing jg..hihihihi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s