DO’A SEPOTONG PETANG

Kami pulang pada sepotong petang,

Melepas bayang lewat rentang hati lapang,

sgala gulita biarlah terbang,

Kau Maha Benderang.

——————————————

Kepada malam:

Kami rindu pada suatu kala yang hening dan tenang,

waktu do’a memintal-mintal resah yang kalut dan masai,

lalu mengantarnya ke langit, biar diurai Tuhan.

——————————————

Kami rindu pada sebuah jenak yang  jujur dan lugas,

waktu temaram bulan kami syukur-syukuri,

“duh Gusti, pada gulita juga masih Kau titip cahaya”.

——————————————

Kami rindu pada seketip rizki yang resik dan baik.

Memuja kurnia; kami gosok kemilau pada jiwa, bukan pada harta.

——————————————

Hilangkan sejenak suara-suara,

biar khidmat kami berdoa,

“Gusti…Tidur kami; lena.

Terjaga kami; alpa.

Ampun kami Tuhan, Kau Maha Segala”.

tanjung batu 26 mei 2011

gambar ilustrasi dipinjam dari –> here
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s