NITENI ROSO

Orang jawa bilang, ‘niteni roso’. Mencermati perasaan sendiri. Dari perasaan yang gampang dicermati seperti rasa marah atau rasa bahagia yang sangat, sampai perasaan yang halus seperti khatir (lintasan-lintasan fikiran).

Kebiasaan untuk selalu awas dengan perasaan yang muncul dalam diri kita sendiri, ternyata berguna untuk membuat semacam jarak mental antara kesadaran kita pribadi, dan perasaan itu sendiri.

Hal ini memang agak ribet dijelaskan. Tapi sederhananya kurang lebih begini, saat kita sudah bisa mencermati perasaan kita sendiri, tanpa terhanyut, maka kita akan perlahan-lahan membenarkan, bahwa ‘la hawla wa la quwwata illa billah’.

Tiada daya berketaatan, dan tiada upaya menghindari kemaksiatan kecuali dengan izin Allah.

Saya ingat seorang guru pernah menjabarkan, bahwa ‘hawla’ itu adalah daya di dalam batin. Katakanlah segala macam lintasan fikiran, sampai kemudian lintasan fikiran itu menguat dan menjadi azzam (tekad). Nah, tekad inilah yang menjadi penggerak bagi kita untuk kemudian melakukan ‘quwwata’ sebuah upaya secara fisik.

Jadi upaya yang kita lakukan secara fisik (quwwata), terlebih dahulu disetir oleh adanya keinginan dan daya di dalam batin kita (hawla). Dan dalam tataran batiniyah inilah, orang-orang yang terbiasa awas dengan fikiran dan perasaannya sendiri; akan mendapati sebuah kenyataan bahwa segala perasaan dan lintasan fikiran di dalam batin itu bukan kita yang buat, melainkan ‘diturunkan’ oleh Allah.

Itulah kenapa kita harus mensyukuri segala amal baik dengan mengingat bahwa Allah telah memampukan kita melakukan amal itu. Dan di lain sisi kita harus berlindung pula pada Allah dari segala daya batiniyah yang buruk. Tidak mungkin kita bisa selamat dari keburukan dan dosa, melainkan sejak awal perjalanan kita sudah memohon perlindungan kepada Sang Pemilik segala kekuatan dan daya, baik batin maupun fisik kasat mata.

Dan semua perjalanan mengenali anasir terhalus dalam diri kita itu bagaimana memulainya? Kata guru-guru, rupanya sederhana saja, dzikrullah setiap masa.

***

posting ulang dari blog permanen http://www.debuterbang.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s