PERMINTAAN TAK MENABRAK KERIDHOAN

Mari kita lihat, bagaimana para Nabi mengakrabi Tuhannya. Akrabi-lah Allah SWT sebagaimana tercontohkan oleh para shalihin, aulia, para Nabi, yang tak pernah berhenti curhat pada Allah.

Dialektika batin para pejalan ruhani, salah satunya adalah kegamangan apakah sebaiknya berdoa -karena Allah perintahkan- atau sebaiknya tak berdoa -sebab Allah Maha mengetahui; terlebih Allah yang mentakdirkan segala kejadian.-

Sebenarnya kalau kita tengok para Nabi, dalam puncak keridhoan mereka menghadapi segala yang terjadi, mereka tetap berdoa dan meminta. Itu berarti, permintaan tidaklah ‘menabrak’ keridhoan.

Saat mereka meridhoi apa yang terjadi, mereka meminta pertolongan Allah untuk diselamatkan dan diperjalankan menuju takdir yang lebih baik.

Hanya saja, maqom ruhani setiap orang berbeda. Ada orang yang meminta dengan begitu detail dan merincikan segala kebutuhannya seperti ‘to do list’ untuk Tuhan -sebab kurangnya pengenalan kepada Allah-, Ada orang yang sudah begitu dekat dan akrab, sehingga permintaan pun tak terlontar dari bibirnya, karena rasa malu yang sangat dan keyakinan akan kebaikan dan kebijakan Sang Pemberi.

Bagaimanapun. Setiap orang memiliki jenaknya sendiri untuk dekat dengan Tuhan, Para Nabi tetap berdoa, tetapi doa mereka memang lebih berupa munajat pujian dan pengagungan ketimbang permintaan, sebab mereka sangat dekat dengan Allah.

Terlepas dari itu, kebutuhan yang ada pada kita, sejatinya bisa dimaknai sebagai undangan dari Allah untuk kembali. Disitulah letaknya kita menegakkan kehambaan dengan mengakui bahwa hanya Allah yang bisa menolong. Maka berdoalah.

Dengan selalu berdoa, Allah sendiri yang akan menaikkan maqom kedekatan kita dan pemaknaan kita akan doa bakal berubah dengan sendirinya.

Pada posisi manapun kita sekarang, tangga pertama yang harus dilalui ya sering-seringlah ‘curhat’ padaNya.

Allah sendiri yang akan menaikkan maqom kita.

MAQOM DAN DOA

——–

Saya tambahkan tulisan Ustadz Abdul Aziz yang juga berkaitan dengan ini, menarik. silakan dibaca di bawah ini:

Diantara sifat Allah adalah “Al-Mujib” Maha mengabulkan Doa. Tergelarnya sifat Allah ini, maka akan ada manusia yang datang MENGHADAP kepada -Nya melalui doa, munajat, i’tikaf mengajukan proposal untuk menyelesaikan urusan kekhalifahannya di dunia. Sebagaimana nabi Ibrahim menghadap Allah dengan membawa proposal masalah

(Aş-Şāffāt):99 –
Dan Ibrahim berkata: “Sesungguhnya aku pergi menghadap kepada Tuhanku, dan Dia akan memberi petunjuk kepadaku”

Di sisi lainnya ada sifat Allah, Al-Adhiim (Maha Agung) tergelar, maka ada yang datang MENGHADAP kepada-Nya dengan meng-Agungkan-Nya, melalui Sholat, berkhalwat, ada juga yang ‘bersilaturahiim’ dengan berzikir lisan, sirri atau haqiqi
Sebagaimana yang dilakukan oleh nabi Ibrahim,

(Al-‘An`ām):79 – Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Rabb yang menciptakan langit dan bumi, dengan cenderung kepada agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan”

Setelah bermakrifat, baru kemudian nabi Ibrahim bersyariat

(Ash-Shu`arā’):78 – 81

“(yaitu Tuhan) Yang telah menciptakan aku, maka Dialah yang menunjuki aku,

dan Tuhanku, Yang Dia memberi makan dan minum kepadaku,

dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku,

dan Yang akan mematikan aku, kemudian akan menghidupkan aku (kembali) “

kita bisa datang menghadap kepada Allah, sesuai keadaan kita masing2 sebagaimana di teladani bapak Tauhid, nabi Ibrahim di atas.Yang terpenting sebenarnya adalah HADAPKANLAH wajah kita dengan lurus kepada Wajah-Nya

(Al-‘A`rāf):29 – Katakanlah: “Tuhanku menyuruh menjalankan keadilan”. Dan (katakanlah): “Luruskanlah wajah (diri)mu di setiap sholat dan sembahlah Allah dengan mengikhlaskan ketaatanmu kepada-Nya. Sebagaimana Dia telah menciptakan kamu pada permulaan (demikian pulalah kamu akan kembali kepada-Nya)”.

Wallahua’lam bissawab

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s