MENDULANG KEARIFAN

MENDULANG KEARIFAN

Kalau kita melihat “wright bersaudara” kita akan sangat geli membayangkan percobaan yang mereka lakukan untuk membuat manusia bisa terbang.

Adalah mereka mencoba membuat sayap seperti burung Sehingga jatuh dengan konyol dari atas bukit. Nyungsep di gundukan tanah karena mencari momentum pesawat untuk lepas landas. Dan macam-macam kelucuan lainnya hingga akhirnya terwujudlah prototype pertama pesawat terbang. Itupun masih sangat menggelikan jika kita bandingkan dengan “stealth”-nya amerika sekarang yang seperti siluman tak tertangkap radar.

Begitupun kita akan merasa lucu apabila melihat keris. Kecil, berlekuk-lekuk seperti naga. Kita membayangkan bagaimana para empu menempanya berulang-ulang, mencampur baja dan besi lainnya, lalu mematrinya kepada gagang dan disarungkan dengan gagah. Tapi bagaimanapun, sebuah keris akan terlihat hilang greget dibandingkan AK-47 senapan paling standar di dunia militer sekarang.

Tetapi kita semua memahami, bahwa baik pesawat jaman dulu, ataupun juga keris, adalah produk “kearifan masa lampau.”

Sesuatu yang memang sudah Allah izinkan untuk terjadi pada masanya, pada orang-orangnya yang tepat, pada peruntukan dan hikmahnya sendiri.

Bagaimanapun, kearifan masa lampau akan sulit mengalahkan pencapaian masa yang lebih akhir. Karena pada fithrahnya-lah Allah mentakdirkan ilmu untuk terus berkembang, dan dimurnikan seiring waktu.

Apa pasal? Pasalnya adalah bahwa setiap orang ternyata sudah ditakdirkan untuk bertemu dengan “EUREKA” mereka masing-masing.

Ada porsi kepahaman yang sudah Allah takdirkan untuk tersingkap kepada setiap orang.

EUREKA….aku menemukannya. Sebab ilmu dan hikmah itu memang sudah ada, tetapi ketersingkapannya berbeda-beda tiap orang, disesuaikan dengan konteks waktu dan masa. Orang masa lalu, tak akan sanggup menanggung ketersingkapan masa kini, sebab konteks mereka beda.

Jika tidak begitu, akan sangat banyak orang-orang yang terasing di setiap zaman. Karena ketersingkapan yang mereka dapat melampaui jamannya. Tak boleh.

Itulah jika kita lihat dengan jujur, kita akan mengerti bahwa betapa semua ini tersusun rapih.

Orang-orang masa sekarang, mestilah menggunakan senapan AK-47 atau bahkan yang lebih mutakhir. Menggunakan pesawat supersonik atau yang lebih dari itu.

Tetapi rasa hormat mestilah tetap terjaga, pada empu penemu keris. Pada wright bersaudara yang terpikir ide pembuatan pesawat.

Begitupula dengan spiritualitas. Banyak kita jumpai guru-guru kearifan masa silam yang kalau kita bandingkan dengan masa kini mungkin approachnya terlihat begitu tradisional. Dalam beberapa kesimpulan oengajaran terlihat keliru dan kurang tepat apalagi dibandingkan dengan fakta sains terkini. Tetapi bagaimanapun mereka adalah orang-orang arif dari kegemilangan sejarah silam.

Boleh saja mengoreksi mereka, tetapi janganlah kita melunturkan rasa hormat pada orang-orang yang begitu banyak jenak pribadi mereka dihabiskan dengan mengakrabi Tuhannya.

Bukan sebab mereka semua orang-orang masa lalu mesti benar. Akan tetapi sebab kita sendirilah yang ingin menjadi bijak-bestari. Menyediakan diri untuk mendulang kearifan. Sebab mengerti bahwa betapa ilmu dan kepahaman itu Allah sediakan terserak-serak di merata zaman.

Pada jenaknya sendiri, pada orang-orang nya sendiri, pada hikmah yang sudah rapih disusunkan untuk masa itu, dan masa kini.

Al-fatihah.

——
Dalam jenak kerinduan dan kesalutan pada guru-guru kearifan masa silam -dan masa kini-. Aku menghormati kalian karena Allah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s