BINGKAI WELAS ASIH

Ada sebuah kebijakan yang “tinggi” yang diajarkan para arifin. Mengenai berbaik sangka pada Allah SWT dan memahami pengaturanNya serta ejawantah sifatNya.

Kita mulakan dengan sebuah perumpamaan begini, bahwa setiap sifat yang Allah miliki pastilah ada kenyataannya dalam kehidupan ini.

Sifat Allah “Maha Pengampun” pastilah ternyatakan dengan adanya pendosa di muka bumi ini, yang kemudian mereka bertaubat dan Allah ampuni.

Maka kita menjadi paham maksud sebuah hadist yang mengatakan bahwa seandainya penduduk bumi ini beriman semua dan tak ada pendosa, maka Allah akan gantikan mereka dengan ummat yang berdosa, yang mereka meminta ampun pada Allah, lalu kemudian Allah ampuni.

Tak ingin berpanjang kata tentang ini, kita sudah memahami bahwa kejadian hidup adalah ejawantah dari sifatNya, menceritakan tentang diriNya. (Baca “pagelaran ismi Rabbi”)

Kita sekarang memahami bahwa setiap kejadian di alam raya ini, sesungguhnya adalah sesuatu yang Allah takdirkan untuk terjadi. Berarti, setiap kejadian sebenarnya adalah sebuah perbuatannya makhluk yang mengikut script takdir Allah.

Berarti pula, tidak ada satupun kejadian hidup yang lepas dari script takdir.

Karena tak satupun lepas dari script takdir, maka tak satupun kejadian hidup itu yang random, tanpa arti.

Pasti ada artinya. Karena setiap kejadian sebenarnya adalah ejawantah dari sebuah cerita tentang sifat Dia. Tak mungkin tentang yang lain.

Sifat Dia yang ingin Dia ceritakan ada banyak, dan sebagiannya terwakilkan dalam 99 nama-namaNya.

Setiap apapun kejadian dalam kehidupan ini, mewakili cerita tentang AsmaNya.

Orang yang melihat kejadian hidup sebagai penzahiran dari asmaNya, berarti orang tersebut akan selalu bersangka baik kepada Allah.

Karena:

1. Tak ada kejadian hidup yang random dan tanpa arti, karena sesungguhnya se-chaos apapun sebuah kejadian hidup, pasti tetap punya arti dalam kaitannya sebagai ejawantah sifat Allah.

2. Allah sudah menjelaskan sendiri dalam sebuah hadits qudsi, bahwa RahmatNya, mengalahkan kemurkaanNya. Dan Allah sendiri yang mengajarkan kita untuk memulakan segala sesuatunya dengan Bismillahirrahmaanirrahiim. Artinya Allah mengedepankan Rahmaan dan RahiimNya sebagai sifat yang membingkai segala macam ejawantah.

Inilah maqom yang tinggi. Kata Ibnu Athaillah, seseorang akan selalu berprasangka baik kepada Allah, karena mengerti kesempurnaan sifatNya.

Karena mengerti bahwa segala sesuatu dalam kejadian kehidupan ini merupakan ejawantah AsmaNya yang berarti bahwa lewat kejadian hidup itu Allah SWT bercerita pada manusia, dan segala sesuatunya yang terjadi tetap berada dalam bingkai welas asihNya Dia.

Tetapi, sang Guru pun mengetahui, bahwa tidak semua manusia bisa langsung berada pada level tinggi ini. Maka diberikanlah tips untuk orang-orang yang belum sampai pada level ini.

Tipsnya adalah, jika kita belum bisa berbaik sangka pada Allah karena pemahaman akan kesempurnaan sifatNya, maka berbaik sangkalah pada Allah dengan cara melihat kebaikan yang Allah turunkan pada kita.

Sederhananya, kalau ada sesuatu yang membuat kita sedih dan duka lara, maka kita palingkan perhatian pada anugerah Allah yang kita dapat. Agar kita kembali bersyukur, bahwa disebalik ujian, ternyata masih lebih banyak yang patut kita syukuri ketimbang kita keluhkan.

Tetapi sekali lagi, itu maqom di bawah. Kita harus berupaya agar Allah berkenan menaikkan maqom kita, dengan merubah cara pandang kita.

Bukan lagi mencari-cari hal yang patut disyukuri dan mengabaikan perhatian dari hal yang tak mengenakkan hati. Melainkan, memahami bahwa segala apapun yang terjadi pastilah merupakan ejawantah AsmaNya cerita tentang sifatNya, dan setiap ejawantah namaNya pasti berada dalam bingkai Rahmaan dan RahiimNya.

Dan ganjarannya, kata guru-guru. Untuk siapapun saja yang bisa memandang kehidupan dengan paradigma seperti ini, Allah akan lapangkan dadanya, dan diberikan kepada hatinya petunjuk berupa ilham kebaikan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s