BINGKAI KERIDHOAN (2)

Kadang-kadang, saat sedang merenung sendiri, saya sering merasa kerdil. Pasalnya, saya merasa sejauh ini perjalanan hidup saya, saya belum melakukan apapun untuk Allah SWT. Sedangkan khilaf begitu banyak. Sedangkan orang-orang lain melakukan begitu melimpah kebaikan dan manfaat untuk orang lainnya.

Tapi, tak lama kemudian saya teringat hadist Rasulullah SAW bahwa setiap orang akan dimudahkan untuk melakukan apa-apa yang telah tertulis baginya.

Jadi mungkin memang jalan “kembali” setiap orang itu beda-beda.

Kalau Allah tuliskan kita “kembali” lewat jalan pertaubatan, ya sudah lewat jalan itulah kita “kembali”. Kalau lewat peribadatan dan kebaikan meruah yang kita lakukan, ya berarti lewat itulah kita “kembali”.

Kemudian saya teringat dengan kisah tentang seseorang yang diganjar syurga, sebab begitu sering membersihkan hatinya dan tidak menyimpan dendam pada orang lain. Sederhana.

Ada juga orang yang masuk syurga dikarenakan begitu baik menjamu tamu.

Ada yang masuk syurga karena hal sesederhana memberi minum seekor anjing.

Jika syurga kita lambangkan sebagai salah satu bentuk ridho nya Allah SWT. Artinya, kesempatan kita masih terbuka. Selama kita tidak memandang perbuatan semata pada aspek lahiriah amal, dan selama kita berbuat karena Allah, dan menyadari bahwa atas rahmat Allah-lah semua ini bisa terjadi.

Maka saya berdoa. Berdoa semoga Allah mentakdirkan saya termasuk orang-orang yang Allah ridhoi. Yang kembali pada Allah lewat apapun kejadian hidup. Yang penting kembali ke Allah.

Selepas doa, saya menyadari, bahwa saya tergerak berdoa pun sebenarnya adalah karena karunia Dia semata. Maka saya bersyukur. Mensyukuri takdir bahwa saya dimudahkan dan ditakdirkan berdoa.

Pada akhirnya, ternyata adalah belajar melihat bahwa gerakNya-lah di merata alam ini. Semua tentang Dia menyatakan diri.

Terserah Dia-lah.

Sesuka-suka Dia saja.

Barulah saya paham maksud doa Rasulullah saat Beliau dilempari penduduk thaif.. asalkan Allah Ridho sisanya terserah Allah saja.

“Kepada siapalah Engkau menyerahkan diriku ini, kepada orang asing yang akan menyerangku atau kepada musuh yang menguasai aku? Sekiranya Engkau tidak murka kepadaku maka aku tidak peduli. Namun, afiatMu sudah cukup buatku. ”

Kita ridho kepadaNya, dan berharap Dia ridho pada kita.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s