JANGAN MELANKOLIS DI JAKARTA, KISANAK

JAKARTA KISANAK

JANGAN MELANKOLIS DI JAKARTA, KISANAK.

Jakarta barangkali akan cepat menua, terlalu banyak kendaraan yang dipacu di atas jalannya, tapi orang lupa membaca cinta disebaliknya.

Barangkali, di Jakarta cinta menjelma terlalu pragmatis. Saat kasih dan sayang pada keluarga tak memekarkan bunga-bunga puisi di jalan-jalan, seperti yang kita kira.

Jadi jangan terlalu melankolis, kisanak.

Kalau menganggap hanya denting senar gitar atau gesekan biola mengiringi sajak; sebagai satu-satunya wajah cinta; kau akan kehilangan makna.

Jangan kau lupa, bahwa desak-desak dijalanan, keringat dan asap yang kau lihat di pagi hingga malam di Jakarta itu….juga cinta, dalam wajahnya yang berbeda.

Dari para pekerja, yang menyayangi keluarga dengan caranya yang “Jakarta”

Hanya jika kau temukan itu di sebalik hiruk pikuk dunia, barulah barangkali Jakarta bisa awet muda.

3 thoughts on “JANGAN MELANKOLIS DI JAKARTA, KISANAK

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s