LAGI, TENTANG DUALITAS

Kembali teringat syair Rumi dalam matsnawi. Banyak diantaranya mengatakan bahwa sebenarnya dualitas baik dan buruk tak bisa dipisahkan. Adakah sesuatu yang murni baik tanpa ada sisi buruknya? Adakah sesuatu yang murni buruk tanpa ada bilah kebaikannya?

Bahwa kita belajar menapaki kehidupan dengan tatanan syariat yang sudah Rasulullah SAW gariskan; itu jelas. Tetapi ini adalah perkara memandang dan memaknai sekitar.

Selain Allah SWT, semua ada dualitas. Bilah kebaikan dan keburukan yang bergolak tiada henti.

Kita berjalan dalam tuntunan yang sudah digariskan. Tetapi belajar juga memandang dunia sebagaimana adanya. Baik dan buruk adalah makna yang DIA ajarkan. Dua-duanya untuk menceritakan DIA yang tunggal. Melampaui persepsi baik dan buruk.

*) pagi ini melihat truk di jalan tol membawa sepaket peralatan boneka tradisional. Dalam citranya yang menyeramkan, boneka “keburukan” itu menjadi wasilah rezeki “kebaikan”.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s