LIBURAN DAN FILOSOFI MIKROKOSMOS

self-awarenessSeorang rekan saya, bule, kebetulan orangnya suka sekali cerita. Dia menceritakan bahwa dia dan istrinya memiliki dua tipe liburan yang berbeda.

Liburan tipe pertama adalah tipe istrinya, dimana mereka pergi ke pantai, leyeh-leyeh, santai-santai, menikmati view pemandangan dan hanya diam di satu tempat saja sepanjang hari.

Liburan tipe kedua adalah tipe rekan saya tadi, dimana disini mereka pergi ke salah satu tempat wisata, atau situs-situs bersejarah, lalu kemudian pergi ke tempat lain, lalu ke tempat lainnya lagi, sangat dinamis.

Dua tipe liburan itu dijalankan bergantian pasalnya mereka tahu bahwa mereka satu sama lain berbeda.

Istrinya menyukai ketenangan yang kontemplatif, sedang rekan saya tadi menyukai petualangan yang penuh stimulus.

Kalau mereka tidak bergantian melakukan tipe liburan satu sama lain itu, maka salah satu pihak akan boring dan merasa super bosan. Karena secara psikologis memang mereka berbeda kecenderungan. Maka dalam rangka mengerti pola satu sama lain, mereka saling bergantian mencoba satu sama lain.

Saya jadi teringat dengan ini karena ada kesamaan dengan saya sendiri. Misalnya, saya adalah orang yang menyukai ketenangan yang kontemplatif, tetapi istri dan anak saya kebalikannya mereka menyukai hiruk-pikuk yang penuh stimulus.

Maka dalam berlibur misalnya, pergi ke suatu tempat, sepulangnya dari sana anak saya happy luar biasa, tetapi saya malah begitu letih. Karena bagi saya, itu malah menguras tenaga. Hehehehe.

Tapi satu hal saya akhirnya mengerti, dan mendapatkan hikmah. Ialah pertama bahwa “perasaan” enjoy atau tidak enjoy, itu berkaitan dengan cara pandang yang membentuk pribadi kita bertahun-tahun lamanya.

Saat kita melakukan sesuatu, misalnya saya menemani anak saya dan istri pergi jalan-jalan, kalau tipe jalan-jalannya tidak sesuai dengan kepribadian saya yang kontemplatif, maka secara psikologis sudah barang tentu saya akan merasa kurang nyaman. Tetapi, rasa kurang nyaman itu bukan pertanda saya tidak ridho. Rasa kurang nyaman bukan selalunya menjadi penanda ketidak ikhlasan. Akan tetapi sekedar sebagai alarm saja, bahwa ada hal yang secara psikologi, karena pengalaman berpuluh tahun, membuat kita merasa kurang nyaman.

Terlebih, kalau dikaitkan dengan bahasan misalnya membahagiakan anak dan istri sudah tentu baik. Kalau ditilik dari kajian yang lebih tinggi lagi, berbaik-baik pada makhluq-Nya berarti pula berbaik-baik pada penciptanya, bukan?

Walhasil hal sederhana semacam liburan saja ternyata bisa filosofis. Bisa bernilai ibadah, saya rasa.

Disinilah baru menjadi jelas maksud dari Firman Allah, ‘Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan atau pun merasa berat.” (Q.s.,at-Taubah:41).’

Dalam hal berkebaikan, kita mesti belajar melintasi gejolak rasa.

Apakah Ibrahim a.s. Merasa riang gembira saat diperintah menyembelih Ismail a.s.? Saya kira tak mungkin. Pasti ada gundah gulana.

Apakah Musa a.s. Riang gembira saat diperintah menghadap dan memberi peringatan pada Fir’aun yang ayah angkatnya sendiri? Pasti ada gelisah hati.

Akan tetapi, kenyataan bahwa beliau-beliau tetap melakukan perintah meskipun perintah itu bertabrakan dengan rasa gundah hati mereka; justru disitu nilainya.

Seseorang, bahkan diganjar berdasarkan derajat kepayahan yang dia lalui.

Tetapi, dalam kajian mengenai diri sendiri, memang kita harus terampil membedakan bentuk-bentuk perasaan itu.

Ada bentuk perasaan yang sebenarnya muncul karena ketidaknyamanan psikologis saja. Seperti yang diceritakan di atas.

Ada bentuk perasaan yang berupa firasat. Dia muncul bukan karena bentuk ketaknyamanan psikologis. Juga bukan karena asosiasi antara fikiran negatif dan emosi negatif.

Tapi seninya disitu. Mengenali kerajaan diri kita sendiri. Jagad alit. Alias mikrokosmos.


image sources

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s