ADA KENAL SEBELUM CINTA

Kata orang bijak, tak kenal maka tak sayang. Ternyata, “sayang” yang merupakan sebuah “rasa”, muncul kemudian setelah “pengenalan” yang merupakan sebuah ilmu atau fakta dari data-data.

Saya sering merenungi kisah orang-orang arif, misalnya sufi-sufi besar yang konon katanya hidup dalam cinta yang begitu dalam pada Tuhan. Dan saya sering melihat juga, sebagian orang-orang yang kononnya meniru para sufi itu, lalu kemudian mereka mengatakan tak perlu syurga dan neraka untuk mencintai Tuhan.

Menurut saya begini… baik syurga, maupun neraka adalah sesuatu yang berada dalam ranah dualitas ciptaan. Seperti lapang-sempit. Senang-susah. Dualitas ciptaan yang selalu dan selalu akan ada pada level ciptaan.

Tentu, Sang Pencipta adalah tak serupa dengan dualitas ciptaan-Nya. Disini kita tentu paham. 

Akan tetapi, kenyataan bahwa dari dualitas ciptaan itulah manusia bisa mengenali Sang Pencipta; disini kadang-kadang sering dilupakan barangkali.

Kembali pada pepatah tak kenal maka tak sayang. Sebagian orang, mengatakan bahwa hubungan manusia dan Tuhan adalah melalui rasa “sayang” itu. Bagi yang sudah sampai level sana ya tentu saja itu sangat dahsyat dan luar biasa.

Akan tetapi, bagi yang seperti saya, atau sebagian kita, yang belum bisa memaknai hubungan manusia dan Tuhan dalam konteks “sayang” dan cinta sebagaimana cerita tadi, adalah tidak keliru kok, memaknai hubungan manusia dan Tuhan dalam konteksnya hamba dan Raja, Kawulo-Bendoro. ini disebut meniti makna Rububiyah.

Dan meniti makna Rububiyah ini saya perhatikan lebih simple. Dia butuh pengenalan dan knowledge saja.

Umpamanya. Anda dan atasan anda berbeda pendapat kemudian anda dipersulit oleh atasan anda. Anda bisa mengkaji solusi masalah ini lewat analisa manajerial. Analisa psikologi. Analisa ilmu komunikasi. Atau analisa-analisa lainnya apa saja.

Tetapi, jika kita tengok secara mikro, bahwa gerak anda, dan gerak atasan anda sebenarnya adalah gerak sekumpulan atom-atom. Dan di dalam atom-atom itu ada proton dan neutron diputari oleh elektron-elektron. yang semuanya bergerak sendiri secara otomatis tanpa ada campur tangan dan perintah kita; maka tahulah kita bahwa perdebatan dan kekisruhan antara kita dan atasan ternyata berada pada level di luar kendali kita.

Kalau kita tidak menyetir gerak atom dan elektron proton neutron di dalamnya, maka berarti juga kita tidak menyetir gerak apapun saja yang ada pada tataran makro yang nampak mata ini.

Semuanya dalam genggaman-Nya. Nah….. memahami Tuhan sebagai Penggenggam alam semesta ini, inilah namanya mendekatiNya lewat kepahaman Rububiyah.

Tuhan sebagai Rabb. Sebagai yang punya kuasa terhadap gerak-gerik apapun saja di alam ini.

Dengan mengenali ini, maka kita menyadari kelemahan dan perlunya sikap “ngawulo”, hamba, abdu. Karena, jungkir balik hidup kita tergantung DIA. jadi kita memandang DIA sebagai penentu hidup mati kita.

Ini levelan awalnya.

Dan tak mungkin, kita memandangNya sebagai Rabb, sebagai perhubungan hamba dan Raja, tanpa mengenali konteks dualitas syurga-neraka, lapang-sempit, senang-susahnya hidup kita. Karena konteks hidup pada gilirannya mengajarkan makna Rububiyah itu.

Itulah mengapa IQRO BISMIRABBIKA. Membaca hidup dalam pagelaran makna Rububiyah-Nya.

Kalau terus-menerus memandang hidup dalam kacamata ini, barulah rasa sayang akan mekar, dan saya rasa kita akan memandang hidup dalam kacamata Cinta kepadaNya. Yang mana Syurga-Neraka, Lapang-Sempit, tak peduli lagi.

Tapi itu level yang tinggi. Dan saya berlindung diri dari sikap sok-sokan mencemooh syurga-neraka. Karena ternyata syurga-nerakanya hidup malah mengajarkan makna Rububiyah yang memekarkan cinta di penghujungnya itu.

One thought on “ADA KENAL SEBELUM CINTA

  1. Punyakah kita atau adakah kesempatan kita memiliki otoritas total dalam mengendalikan hidup kita sendiri..bisa kah kita kendalikan hidup kita sendiri…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s