KERAGAMAN DI DALAM KOSONG

atomic

Laptop yang sekarang saya pakai untuk mengetik ini, rasanya sungguh nyata dan real. Seluruh pengalaman indera saya membenarkannya, dari mata saya yang memandang, sampai jari-jemari yang bertelekan tuts keyboard yang saya sentuhi. Semuanya nyata. Tetapi…. Lewat sains-lah kita mengetahui bahwa bangunan kenyataan yang kita lihat setiap hari ini, dalam ukuran mikro, tidaklah lagi terlihat sebagaimana adanya.

Semakin ke dalam, semakin kecil dan halus, dan semakin hilang keragaman yang ada pada dunia yang terindera di luar.

Sebuah molekul air, H20 masih memiliki sifat-sifat air, seperti samudera luas. Tetapi kalau masuk lebih dalam lagi, atom H dan O masing-masingnya tidak lagi memiliki tabiat air.

Dalam atom H dan O kalau dipecah lagi tinggal elektron yang memutari intinya yaitu proton dan neutron. Dalam skala ini, keragaman atom H dan O bahkan hilang. Proton dan neutron atom H dan O adalah proton dan neutron yang sama.

Semakin ke dalam semakin hilang keragaman.
Antara inti atom proton dan neutron, lalu kulit elektron yang memutarinya itu, terbentang jarak yang begitu jauh, jarak yang tidak diisi apapun kecuali kekosongan. 99.99% atomic emptiness.

Dari sisi itu saja sudah banyak sekali yang merombak cara pandang. Bahwa secara sains saja, kita, anda, mereka, saya, pada jagad mikro tak ada beda sama sekali. Diri kita, yang seolah demikian real ini, secara sains kita ketahui rupanya 99.99%-nya adalah kekosongan alias atomic emptiness.

Ada satu yang menarik lagi, lewat kajian fisika terkini, fisika kuantum, bahkan unsur penyusun terkecil semua benda, yang selama ini kita kira adalah partikel padat begitu, elektron-elektron yang mengitari intinya itu, ternyata memiliki sifat gelombang, tak hanya sifat partikel. Dan satu kali dia muncul sebagai partikel, di kali lain dia menghilang, lalu muncul kembali, hilang kembali dengan misterius.

Pertanyaan besarnya adalah, What are we? Apa kita ini sebenarnya?

Stephen Hawkings mengatakan bahwa kita semua berada dalam “computer generated soap opera”, istilahnya dia begitu. Dunia kita yang begitu nyata ini, sebenarnya adalah hologram.

Coba lihat, jika gerak atom saja tidak pernah kita kontrol, apakah benar saat kita berjalan menuju kantor misalnya, itu benar-benar gerak kita berjalan menuju kantor? Maksudnya benarkah kita yang menggerakkan diri kita?

Sebuah gerak kita berjalan menuju kantor, dalam tataran mikro adalah gerak trilliunan atom, dan gerak atom adalah berarti juga gerak elektron yang memutarinya dalam 99.99% atomic emptiness itu. Dan jelas tak satupun gerak mikro itu yang kita kontrol.

Belum lagi kalau kita mengacu pada kenyataan bahwa ternyata unsur terkecil suatu benda itu, menurut sains, sudah tidak lagi partikel, sudah dualitas partikel dan gelombang, dan hilang-timbul-hilang-timbul seperti animasi.

Semua kenyataan yang mengejutkan itulah, yang membantu untuk mengerti maksud dari para arif, dalam pandangan spiritualitas islam, yang mengatakan bahwa semua ciptaan, benda-benda ini, tidak memiliki wujud sejati (non existence).

Semua apapun saja ciptaan, dizahirkan dari realita Ilahiah, yang tak terjangkau perumpamaan manusia. (Dzat-Nya).

dzat-Nya lah yang merupakan hakikat semua realita. Realita adalah sifat-sifat yang diselubungkan pada Dzat-Nya yang tiada perumpamaan. Tak mirip apapun. Diluar persepsi ruang waktu.

Banyak sekali hadits dimana Rasulullah SAW mengatakan “demi (Dzat) yang jiwaku berada dalam genggamanNya”.

Ok….untuk tak terlalu filosofis. apa gunanya mengetahui hal ini?

Dengan mengetahui hal ini, kita akan menjadi lebih yakin bahwa segala sesuatu berada dalam genggaman Tuhan.

Seorang Arif merumuskan urutan pola yang membantu kita untuk makrifat kepada Allah SWT. Dengan ilmu.

Yaitu mengenal Allah SWT. Mengenal pula bagaimana kaitan antara Allah SWT dan makhluk (agar tak jatuh dalam kekeliruan menyamakan Tuhan dan makhluk). Lalu mengenal bagaimana Allah SWT mengatur alam semesta lewat mekanisme Lauh Mahfudz. Yang mana pengenalan akan ini semua dapat membantu kita ridho terhadap kejadian-kejadian yang kita alami dalam hidup.

Menarik sekali. Dan InsyaAllah bermanfaat.


*) Image taken from this link

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s