ANTARA AHLI FIKIR DAN AHLI RASA (2)

Saya masih merasakan seperti ada keping puzzle yang belum komplit pada pemahaman saya tentang ahli fikir dan ahli rasa. Terlebih, seorang guru yang arif mengatakan bahwa berbeda antara “mengetahui” dan “merasakan”, tahu dan rasa itu beda.

Tahu itu aspek analisa fikiran, rasa itu pengalamannya.

Ilustrasi dari beliau, Ibnu sina bertemu Ibnu Saud dan saling berdiskusi. Selepas diskusi itu, Ibnu Sina (seorang ahli fikir) berkata, “saya tahu apa yang dia rasa”. Sedang Ibnu Saud, seorang ahli rasa berkata “saya ‘rasa’ apa yang dia tahu”.

Sebatas knowledge saya paham, ada pendekatan analisa, dan ada pendekatan dzauq. Tapi bagaimanakah sejatinya pendekatan dzauq itu?? Bagaimana pendekatan rasa itu?? Disitu saya sering keliru. Karena, ingin masuk ke pendekatan dunia “rasa” saya selalu jatuh pada pendekatan analisa.

Ada yang saya belum ketemu di sini.

Misalnya saya menghadapi sebuah masalah, maka saya mengingati Allah dan menganalisa masalah itu lalu bertemu jalan keluar. Lalu saya melihat hikmah di sebalik kejadian.

Saya mengingati Allah lewat pintu do’a; ya. Saya mendapat “hikmah” dari kejadian; ya. Jalan keluar ketemu; ya. Bukti bahwa Allah mengabul do’a dan maha bijaksana terlihat; ya. Tetapi kok di hati saya seperti masih ada yang kurang, saya tahu bahwa saya masih menggunakan approach jalan fikir atau approach analisa.

Ini mesti belum approach rasa. Yang dimaksud para arif, mestilah bukan ini, mestilah sesuatu di atas ini…..

Berapa hari ini saya merenungi dimana mata rantai yang saya belum ketemu ini. Alhamdulillah pagi tadi saya terfahamkan tentang ini.

Bahwa approach “analisa fikiran” itu akan menyampaikan kita pada “bukti tentang-Nya”.

Sedangkan approach rasa itu menyampaikan kita pada “merasakan kedekatan-Nya”.

Bukti tentang-Nya. Bukti kehebatan Allah. Bukti kesempurnaan takdir. Dan sebagainya. Itu lewat analisa ilmiah, penelusuran renungan, bisa sampai. Tetapi semata bukti, masih membuat kita merasa bahwa Allah adalah sebuah entitas yang “jauh” dari kita.

Disinilah maksud dari pernyataan bahwa fikiranmu tak bisa menyampaikanmu padaNya. Maksudnya, mencecap kedekatan itu mesti ditempuh jalur “rasa”, tak bisa jalur analisa. Karena analisa mentok sebatas bukti.

Sedangkan approach “rasa” itu menghantarkan kita pada closeness, menyadari kedekatan dengan Allah. Istilahnya, menyadari bahwa ada af’al-Nya dalam setiap moment hidup kita. Menyadari af’al-Nya itulah, kata seorang guru yang arif; asas dari ilmu keridhoan.

Sebuah contoh agar tidak terlalu absurd. Saat menghadapi sebuah masalah, kita bisa menyelesaikan masalah ini lewat pendekatan analisa fikiran, jalan pertama tadi. Misalnya, kita fikirkan kenapa masalah ini bisa begini, bagaimana solusinya? Apa hikmahnya kejadian ini? Yang ujung dari kesimpulan analisa fikiran ini akan membuat kita yakin bahwa DIA bijaksana. Bukti kebijaksanaan-Nya terlihat,  Tapi itu masih sampai pada taraf “bukti bahwa DIA bijaksana”. Kita masih merasakan bahwa DIA sebagai entitas yang begitu jauh.

Tetapi approach “rasa”, , salah satunya begini….saat menghadapi masalah, kita fahami bahwa sesuatu berlaku itu PASTI af’al DIA. Pasti perbuatanNya. DIA tidak melupakan sesuatu apapun, rencanaNya teguh, dan tak ada campur tangan kita dalam urusan ini. Af’al-Nya berlaku 24 jam di langit dan bumi dan diantaraNya. Sehingga bukan saja kita menganalisa masalah, melainkan kita merasakan bahwa af’al-Nya mengatur alam semesta. DIA dalam kesibukan, karena af’alNya berlaku pada alam semesta.

Alam semesta tidaklah wujud, non existence. Yang sejatinya wujud adalah dzat-Nya yang wajibul wujud.

Kita hidup dalam asuhan-Nya. Ihsan.

Itulah keping yang selama ini saya bingungkan. Saya mengira saya sudah mempraktikkan approach rasa, padahal saya masih analisa. Saya mengira sampai pada kedekatan, padahal baru bertemu bukti keberadaan.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s