MENJADI GAUL DAN MENCARI TUHAN


Saya senang mengamati beberapa orang rekan saya yang punya kemampuan berkomunikasi sangat baik. Dengan adanya mereka di dalam team, proses kami diaudit oleh auditor menjadi lumayan lancar. Karena audit yang lumrahnya “sangar” berubah menjadi “cair” dan penuh canda tawa. Tentu saja semuanya biidznillah, seizin Allah SWT.

Saya baca literatur NLP atau Neuro Linguistic Programming, ternyata approach NLP ini disusun berangkat dari rasa penasaran karena ingin mempelajari bagaimana cara para ahli berkomunikasi. Meneliti orang-orang yang punya kemampuan komunikasi dan bergaul dengan sangat baik, lalu diteorikan.

Begitu menariknya kemampuan bergaul ini, sampai-sampai, pada beberapa perusahaan swasta setahu saya memang ada divisi khusus yang memiliki orang-orang dengan kemampuan bergaul seperti ini, mereka menjadi team yang merekalah ujung tombak untuk menerobos pertahanan kekakuan yang tak bisa diterobos orang-orang dengan kemampuan gaul dan basa-basi yang alakadarnya, seperti saya, huehehehehe.

Tapi jujur saya senang mengamati mereka. Dan dari mereka saya banyak belajar.

Setiap orang sudah ditetapkan untuk mereka peranan-peranan dalam dunia ini. Dan peranan-peranan itu tunduk dalam plot-nya Tuhan.

Misalnya saja, Harimau membunuh kijang. Peranan “membunuh” itu terlihat kejam, tetapi justeru karena ada harimau yang membunuh kijanglah, maka tatanan sebaran populasi kijang terjaga. Rantai makanan berjalan normal. Meski untuk berjalannya tatanan itu; harus ada peranan harimau membunuh kijang.

Begitulah, juga yang terjadi pada manusia. Hanya saja, manusia hidup dalam balutan makna-makna baik dan buruk. Makna-makna itu diatur oleh baju syariat kita. Norma yang mesti kita jaga pada tatanan luar. Meskipun pada aspek batin yang dalam, kita melihat fungsi “penjagaan” fungsi “pengaturan” Tuhan dalam segala hal bahkan pada hal yang buruk. Tetapi sekali lagi, peranan kita adalah berbuat sesuai garis syariat.

Jadi mengamati peranan-peranan itu “seru” sekali. Peran berbeda-beda, maka ilmu yang berbeda-beda akan mendatangi orang-orang yang berbeda-beda pula. Karena saya bukanlah seorang yang pandai lobi-lobi, maka skill berbincang-bincang santai dan mencairkan suasana; tidak datang kepada saya.

Ilmu hanya datang sesuai garis peran. Seperti Musa a.s dengan peranannya yang tertentu, tidak memiliki ilmu khidir yang memiliki peranan yang lain lagi.

Menurut Rumi dalam Fihi Ma Fihi, Musa berada pada maqom yang harus berurusan dengan manusia, Khidir berada pada maqom yang hanya sibuk dengan Tuhannya, sedang Muhammad berada pada kedua Maqom itu. Pertamanya hanya sibuk dengan Tuhannya, tetapi kemudian diperintah untuk mengurusi manusia, dimana dalam kesibukannya dengan manusia; kedekatannya pada Allah sama sekali tidak berkurang. Ada peran masing-masing.

Meski baju peranan kita masing-masing berbeda-beda. Tetapi, tema besar perjalanan setiap kita adalah sama. “mencari Tuhan” (yang sejatinya tak kemana-mana).

Tidak diciptakan manusia dan jin melainkan untuk beribadah kepada-Nya, menurut Ibnu Abbas, beribadah pada-Nya itu maksudnya untuk mengenali-Nya.

Jadi sepanjang hidup kita semua, peranan yang beragam masih dalam tema drama besar pengenalan itu.

Ada yang mengenali-Nya dengan kelapangan dan kemudahan yang berlimpah, seperti Sulaiman a.s. Ada yang melewati onak duri seperti Ayub a.s dan mayoritas para Nabi. Ada yang mengenalinya lewat tugas ilmu lahiriah seperti Musa a.s yang keras dan blak-blakan. Ada yang mengenalinya lewat peranan sebagai yang tersembunyi dan memiliki ilmu batin yang pelik seperti Khidir a.s. Ada yang baik dan selalu baik seperti Abu Bakar a.s, ada yang dulunya Jahat lalu menjadi baik seperti Umar Bin Khattab.


*) barangkali gambar ilustrasi di atas ada copyright, saya tak tahu siapa yang bikin, yang jelas saya kopi dari aplikasi wallpaper di hape. Hehehe.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s