DIMANA KITA YANG DULU?


Hilang kemanakah “anda” yang semasa kecil dulu, saat ini?

Jika usia SD sekitar 7 sampai 13 tahun, dan usia anda saat ini barangkali 30an tahun atau 40an tahun, dimanakah anda yang dulu?

Kita mengenang “diri” kita yang dulu, sebagai kumpulan cerita atau memori. Barangkali kita masih sering senyum-senyum menikmati kenangan masa kecil, tetapi kita yang sekarang sudah melihat dunia dengan cara pandang yang sama sekali lain dengan cara pandang kita yang dahulu.

Kita (personaliti bentukan ilmu) yang dulu, digantikan dengan personaliti baru tanpa kita sadari.

Jika cara pandang dibentuk oleh kumpulan pengalaman hidup kita, dibentuk oleh ilmu kita, sedangkan ilmu merupakan buah dari rasa penasaran yang menyuruh kita mengkaji sesuatu…. Maka sepanjang hidup ternyata Allah menggeser kita dari rasa penasaran satu kepada rasa penasaran berikutnya, yang semata-mata tujuannya adalah DIA mengenalkan diri-Nya sendiri.

Kita merasa, personaliti kita berubah sepanjang hidup. Padahal, sebenarnya -mengikut bahasanya Imam Ghazali-, yang berubah itu ilmu kita. “diri sejati” kita tidak berubah. [1]

Di dalam diri manusia, ada sesuatu yang ruhani, yang sadar dan mempunyai kemampuan memahami sesuatu. Dialah itu, yang selama hidup memahami pelajaran-pelajaran disepanjang perjalanan.

Dia sendiri tetap seperti itu. Tetapi ilmu yang Allah ajarkan padanya, bertambah seiring waktu.

Sesuatu itulah yang disebut hati. Yang betul-betul “kita”.

Dialah yang diperjalankan, yang belajar, yang kemudian memahami. Hatilah yang penasaran dan mencari, yang dalam bahasanya Rumi…… “Kecintaanmu dan pencarianmu kepada sesuatu, sesungguhnya demi sesuatu yang lain, sampai kau mencapai puncak tujuan, yakni Allah, lalu kau mencintai DIA demi DIA semata, bukan demi selain DIA”. [2]

-debuterbang-

____

[1] menurut Imam Ghazali dalam Ihya Ulumuddin, aql memiliki dua definisi. Yang pertama maksudnya adalah ilmu pengetahuan itu sendiri, definisi kedua adalah sesuatu yang halus yang punya kemampuan memahami dan mengerti ilmu-ilmu itu. Definisi aql dalam pengertian kedua ini, sama dengan qalb alias hati.

[2] Rumi, Jalaluddin. 2017. Terjemah Fihi Ma Fihi. Cetakan 3 2017. Jakarta selatan: Zaman.

*) foto saya jepret sendiri dengan hape, karena ndak bisa DSLR. Hehehehe.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s