LEMBARAN YANG TELAH KERING DAN PRASANGKA YANG BAIK

Ada potongan do’a Nabi Zakariya a.s yang saya sangat sukai, “Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, ya Tuhanku……” [1]

Sikap batin Nabi Zakariya a.s dalam berdo’a itu, baru saya mengerti sekarang, setelah mengakrabi kajian para arif yang menekankan betapa pentingnya baik sangka kepada Tuhan.

Seorang rekan, mengalami kegamangan dalam berdo’a. Dia hendak berdo’a, tetapi dalam waktu yang sama juga dia sungkan berdo’a.

Rasa sungkan berdo’a, ini bagus jika dan hanya jika terbit dari kepahaman yang pas mengenai takdir. Jika tidak pas, rasa sungkan berdo’a ini hanya akan menjelma menjadi buruk sangka kepada Tuhan.

Kenapa buruk sangka?

Karena saat dicekam kesulitan, dia memprasangkai Tuhan dengan “jangan-jangan memang beginilah takdir hidup saya selamanya?”

Saat dicekam kesulitan hidup, dia berprasangka “doa saya tidak khusyuk, jangan-jangan tidak mungkin dikabul.”

Atau dia berprasangka lagi, bahwa Tuhan membencinya, ini lebih parah lagi.

Takdir itu, menurut Ali r.a seumpama jalan yang gelap, atau lautan yang dalam. Maksudnya adalah kita tidak tahu apa yang akan terjadi di depan.

Karena kita tidak mengetahui apa yang akan terjadi, maka yang tersisa pada kita hanyalah “prasangka” kepada Tuhan.

Karena kita hidup dalam bekal prasangka, maka milikilah prasangka yang baik kepada Tuhan.

Prasangka yang baik itu, tadinya saya mengira bahwa Tuhan akan ikut mau kita. Kita prasangka A maka Tuhan akan berikan A. Ternyata itu tidak tepat.

Hadits Ana inda dzhanni abdi bi itu berbicara mengenai sambutan Allah kepada orang yang mendekat padaNya. Artinya, dengan “bahan bakar” atau konteks bagaimanapun saja kita menujuNya –termasuk berdo’a karena kebutuhan-kebutuhan hidup kita- pasti akan disambutNya dengan lebih cepat dari pada amal kita sendiri.

Pena telah diangkat, dan lembaran telah kering. kata Rasulullah SAW pada Ibnu Abbas.

Alih-alih berfikir tentang apa guna berdo’a jika lembaran telah kering? Yang seharusnya kita lakukan adalah menikmati do’a.

Jika dalam keseharian, muncul keadaan batin berupa kebutuhan-kebutuhan hidup yang membuat kita merasa fakir dan butuh kepada Tuhan, artinya kita disuruh memprasangkai-Nya dengan prasangka yang baik lewat do’a-do’a kita.

Jika kita tergerak berdo’a, maka berarti DIA tuliskan kita berdo’a.

Jika kita tergerak berdo’a maka sangat boleh jadi pemberian sudah ada lebih dahulu sebelum zahirnya do’a-do’a kita.

Hanya dengan membiasakan berdo’a dan meminta, maka akan dicapai tangga berikutnya, yaitu ridho pada apapun saja. Tapi tak akan mencapai tangga kedua, tanpa meniti tangga pertamanya.

Sungguh benar kata Rumi, "Jika engkau belum mempunyai ilmu, hanyalah prasangka, maka milikilah prasangka yang baik tentang Tuhan. Begitulah caranya……. "

—–

[1] QS. Maryam [19]: 4 – 6. Lengkapnya do’a ini adalah do’a Nabi Zakariya a.s kala meminta keturunan

[2] Ibnu Abbas berkata: Aku pernah berada di belakang Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam pada suatu hari, beliau bersabda: "Hai 'nak, sesungguhnya aku akan mengajarimu beberapa kalimat; jagalah Allah niscaya Ia menjagamu, jagalah Allah niscaya kau menemui-Nya dihadapanmu, bila kau meminta, mintalah pada Allah dan bila kau meminta pertolongan, mintalah kepada Allah, ketahuilah sesungguhnya seandainya ummat bersatu untuk memberimu manfaat, mereka tidak akan memberi manfaat apa pun selain yang telah ditakdirkan Allah untukmu dan seandainya bila mereka bersatu untuk membahayakanmu, mereka tidak akan membahayakanmu sama sekali kecuali yang telah ditakdirkan Allah padamu, pena-pena telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering. (maksudnya takdir telah ditetapkan) " (HR. Tirmidzi: 2440)

Image sources

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s