my life

offshore

What kind of life does the engineer has?

Tak pernah terpikir sama sekali bahwa dalam hidupku aku bakal menjadi seorang engineer.

Dalam oxford dictionary, kata engineer berarti: orang yang berkemampuan dalam suatu cabang ilmu keteknikan. Dalam pengertian yang lain adalah ahli yang mengurusi masalah engine.

Agak bingung juga aku mendefinisikan pengertian engineer sebenarnya, karna dalam dunia oilfield, engineer itu tidaklah mesti mengurusi masalah mesin, dan juga tidak mesti berkutat di masalah keteknikan. Tapi agaknya pendapat pertama lebih gampang untuk dicari korelasinya dengan kerjaanku.

Dalam dunia oilfield (industri minyak dan gas (sektor hilir: eksplorasi / lapangan lah gampangnya)) biasanya seorang engineer direkrut dari kampus2 ternama (ini yang di indonesia ya, aku ga ngerti kalo yang diluar negri), dan biasanya direkrut dari orang-orang yang berbackground s1 teknik, nyaris teknik apa saja.

Lho kok teknik apa saja? Ya, karna biasanya kerjaan engineer itu multi disiplin, ato lebih tepatnya untuk kepentingan praktis perusahaan, jadi tidak ada matakuliah yang membahas secara detil kerjaan engineer, paling2 ya secuil2, sisanya ya didapat dari training2 yang diadakan oleh company tempat mereka bekerja. Jadi nyaris seperti ini “background apapun anda, asalkan teknik, boleh nyoba”.

Hal yang paling unik dari engineer adalah pola kerja. Berhubung engineer oilfield itu biasanya kerja di area pemboran (baik onshore maupun offshore) maka otomatis jam kerja mereka juga menyesuaikan dengan masa pemboran minyak.

Biasanya pemboran minyak bisa berlangsung satu hingga beberapa bulan. Engineer yang dihadirkan pada pemboran minyak itu biasanya memiliki jadwal rotasi. Beberapa minggu kerja (dalam waktu kerja dibagi jadi 2 shift, 12 jam masing2 shift perhari), dan beberapa minggu off.

Jadwalku sendiri adalah dua minggu kerja  dan dua minggu libur. (setidaknya diatas kertas begitu, hehe)

Pola kerja macem begini ada beberapa keuntungan.

1.       Meskipun kita kerja di kantor pusat jakarta, tapi kita ga perlu masuk tiap hari (ya iyalah, orang kita kerjanya di lapangan).  Dan kita g perlu terjebak macet yang bikin stress itu.

2.       Pada waktu off, biasanya tidak ada kewajiban untuk dateng ke kantor. Kita hanya perlu dateng ke kantor sehari (menyerahkan laporan) dan sisanya kita bisa tidur2an ato libur dimanapun kita mau.

3.       Kita bisa punya banyak relasi dan pengalaman, karna kita bekerja sama dengan berbagai macem perusahaan, dan kita bekerja di berbagai tempat.

4.       Travelling terus, dan bayarannya lumayan, hehe

Tapi, ada juga jeleknya:

1.       This is -sometimes- what people called as “away from normal social life”. Kerja dua minggu di negri antah berantah, entah di tengah laut dan entah di hutan rimba, mana sempat kita bergaul dengan tetangga kiri kanan di rumah kita? ( meskipun kadang2 sebagian orang bisa sangat pintar mensiasatinya dengan memaksimalkan pergaulan pada saat off)

2.       Kadang2 suka bete. Di lapangan itu, kadang2 kita sangat jenuh. Jenuh karna banyak hal, mondar-mandir di tempat yang itu2 juga, kangen sama istri (kalo yang udah punya istri) kalo yang belum beristri kayanya harus buru2 nikah, haha…

3.       High risk. Di dunia oilfield, resiko menjadi hal yang sangat kita pahami, itulah kenapa “safety issue” jadi perhatian luar biasa. Kapan saja pemboran bisa meledak, terbakar, ato jadi kaya di sidoarjo, hehe. (semoga enggak)

4.       Aku buat tiga ajalah kekurangannya, biar menang kelebihannya, aku kan engineer, hehe…..

Dalam hal ini, sebagai seorang engineer (junior engineer of course), banyak hal yang kupikir bisa dilakukan pada saat bepergian, ataupun juga pada saat liburan.

Sering kali pada saat kerja di lingkungan baru aku menemukan orang2 luar biasa yang bikin aku bisa belajar kearifan hidup sama beliau2 itu, sering juga waktu lagi bepergian atau nginep di suatu tempat, aku mendapatkan kenalan baru yang luar biasa.

Pada waktu bete dan suntuk luar biasa, biasanya sholat terasa lebih khusyu’ hehe….karna lagi sedih, ini juga jadi satu modal besar untuk bertahan di “liarnya” dunia oilfield, hehe…… tapi sebenarnya ga begitu2 amat kok.

Nah…..untuk yang belum menikah, pertanyaannya ngapain aja waktu lagi liburan?

Ya banyak hal…… misalnya…. Apa ya?

……………………………………………..

…………………………………………………………

…………………………………………….

Nulis2 ga jelas seperti ini misalnya😛

3 thoughts on “my life

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s